News Ticker

Dahono Prasetyo: Ada “Umbul-umbul” Khilafah di Tahun Baru Islam

Pawai Khilafah Pawai Khilafah

Arrahmahnews.com, Jakarta – Hari ini Minggu 1 September 2019 bertepatan dengan perayaan 1 Muharram Tahun Baru Islam. Kemuliaan hari besar Muslim se-dunia di beberapa tempat tercoreng dengan acara pawai yang dikemas dengan tema kebangkitan Khilafah.

Apa yang sedang terjadi ketika perayaan Islam kemudian dikaitkan dengan gerakan Khilafah ber-Syariah? Gerakan para deklarator Indonesia berKhilafah masih masif terjadi, namun gagal mengemban misi kemuliaan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Baca: Soal Bendera Rasulullah, Propaganda Bohong HTI dan ISIS

Ideologi Khilafah yang jelas menolak Pancasila dan keberagaman muncul dengan ide lama tentang tuduhan komunis dan melawan liberalisme. Ide tuduhan yang terus digaungkan menjadi arahan para elitnya yang tidak juga dipahami peserta pawainya.

Jika agenda elite pengusung khilafah sudah pada tahap orientasi turun ke jalan, bisa dipastikan ada alokasi dana operasional yang mengalir.

Baca: Jawaban Menohok Gus Nadir ke HTI

Serbuan tagar #KhilafahWillBeBack di medsos yang sok kebarat-baratan mengiringi demo pro khilafah, mustahil gratis. Minimal di tingkat kordinator lapangan, logistik, dan nasi bungkusnya. Dana zakat Fisabilillah dari lembaga donasi mengalir serupa dukungan Jihad memerangi kebathilan. Teriakan arogansi pada NKRI yang telah sah berdiri 74 tahun menjadi isu besar dalam upaya mengganti ideologi negara.

Hingga suatu saat konsep kemuliaan khilafah yang diyakininya menemui dilema. Pemahaman massa akar rumput sebagian masih sebatas “kulit arinya”. Bagaimana simbol-simbol tauhid menjadi benda tak berharga usai lelah dikibarkan. Tidak lebih tinggi dibanding kaki para peserta yang mengaku cinta khilafah. Simbol suci perjuangan mereka pada akhirnya dihargai serupa umbul-umbul.

Baca: Banser NU Bubarkan Pawai HTI yang Bawa Bendera Khilafah

Itukah kedalaman faham yang sudah ditanamkan para elit kepada para massa pendukungnya? Jika iya bisa dipastikan ideologi khilafah masih bermasalah dengan desain kemuliaannya. Dan kita kembali menikmati kerusakan dahsyat tentang kepentingan kekuasaan yang meminjam baju Agama. (ARN)

Penulis: Dahono Prasetyo

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: