News Ticker

Peluncuran Buku Dihadiri Jubir HTI, Marwan Batubara: Sebetulnya Ahok Penjahat Besar

Ahok, Marwan Batubara, HTI Marwan Batubara, Foto Cnn

Arrahmahnews.com, Jakarta – Bersamaan dengan pencabutan banding Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas vonis penistaan agama selama dua tahun,  Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara meluncurkan sebuah buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok”.

Peluncuran buku Marwan Batubara dihadiri  Wakil Ketua Umum Gerindra Fery Juliantono, anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil, dan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto. Anehnya peluncuran buku Marwan ini dihadiri oleh petinggi ormas yang telah dibekukan oleh negara karena mereka ingin mendirikan negara khilafah.

Marwan Batubara sebelumnya juga menuding Jokowi beberapa kali terlibat dalam korupsi. Bahkan, Marwan saat dia menjadi Koordinator Barisan Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Bersih menyebut Jokowi sudah melakukan korupsi sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Baca: TELAK! Dokumen Ini Mematahkan Tuduhan BPK kepada Ahok Terkait Sumber Waras

Dalam buku ini, Marwan ingin mengungkap beberapa kasus korupsi yang melibatkan Ahok mulai kasus tanah Rumah Sakit Sumber Waras sampai kasus reklamasi Teluk Jakarta.

“Sebetulnya Ahok penjahat besar, tapi kenapa justru dia banyak dapat dukungan rakyat, kenapa dia dibela. Tepuk dada kalau orang baik anti korupsi dan lain-lain di hukum mati. Saya ingin mengungkap tentang masalah fenomena yang dikaitkan dengan isu reklamasi di sanalah bersembunyi KKN yang dilakukan oleh penguasa dan saya ingin konstitusi ditegakkan,” kata Marwan di Ruang Kura-Kura 2 kompleks DPR Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).

Seperti yang dijelaskan dalam buku, Marwan mengatakan pada awal 2016 terkuak kasus korupsi reklamasi yang menetapkan anggota DPRD dari Partai Gerindra M Sanusi sebagai tersangka. Dari mulut Sanusi, nama Ahok disebut-sebut terlibat kasus penyuapan dalam proses perizinan reklamasi.

Baca: Muhammad Zazuli: Kenapa Jokowi dan Ahok Dibenci Kelompok Radikal?

“Terkuak dugaan korupsi yang dilakukan Ahok dengan adanya transaksi terselubung antara Ahok dengan pengembang, barter izin dengan sejumlah proyek Pemda DKI,” ujarnya.

Marwan juga menduga tindakan korupsi yang dilakukan Ahok di antaranya dugaan korupsi atas pengembangan Taman BMW serta dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng Barat. Selain itu, ada pelanggaran peraturan dan indikasi korupsi yang dilakukan Ahok dalam pembelian lahan RS Sumber Waras. Demikian juga dengan penggusuran-penggusuran yang dilakukan Ahok juga berkaitan dengan korupsi.

“Karena mengambil alih tanah rakyat secara brutal, kemudian menyerahkan kepada pengembang secara konspiratif dan tertutup, tindakan itu sangat potensial koruptif,” tulisnya.

Baca: Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

Mantan anggota DPD perwakilan Sumatera Utara periode 2009-2014 ini menegaskan, melalui fakta-fakta yang dipaparkan di buku ini, diharapkan aparat hukum segera bertindak untuk menjerat Ahok. “Dengan harapan dapat menggerakkan nurani aparat penegak hukum dan presiden Jokowi agar dapat mengambil tindakan yang seadil-adilnya, serta mengusut tuntas dugaan korupsi yang sudah dilakukan Ahok,” pungkasnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: