News Ticker

Pengangguran dan Kemiskinan Turun Selama 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK

Selasa, 17 Oktober 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang usia ke-3 tahun memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) telah melakukan beberapa capaian, seperti capaian tingkat kemiskinan, ketimpangan, hingga pengangguran yang faktanya mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Secara umum kualitas pembangunan ekonomi dan upaya peningkatan produktivitas pada tahun ketiga pemerintahan bisa dilihat dari indikator makro ekonomi terdiri dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, ketimpangan pendapatan, dan tingkat pengangguran. Hal tersebut berdasarkan laporan 3 tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

“Pemerintah tak bisa berdiri sendiri, kualitasnya ditentukan seberapa besar ‘kue pembangunan’ akan dibagi, di sini pentingnya pembangunan ekonomi dan peningkatan produktivitas,” kata laporan tersebut.

Baca: Jokowi: Pembangunan SDM Adalah Pondasi Ekonomi

Dalam hal kemiskinan, dapat dilaporkan sampai Maret 2017 terdapat penurunan kemiskinan sebesar 0,22% menjadi 10,64% dari September 2016 yang sebesar 10,7%. Jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang atau 10,64% dari seluruh penduduk. Diperlukan program yang tepat sasaran dan tepat untuk terus menurunkan jumlah penduduk miskin.

Apabila dilihat, sejak September 2014 tingkat kemiskinan sebesar 10,96%, lalu meningkat menjadi 11,22% pada Maret 2015, lalu kembali turun menjadi 11,13% di September 2015, lalu turun ke level 10,86% di Maret 2016, dan September 2016 turun menjadi 10,7%.

Baca: Jokowi Safari ke Para Kiai dan Santri

Sedangkan untuk ketimpangan pendapatan yang diukur dengan gini rasio juga mengalami penurunan menjadi 0,393 per Maret 2017, jika dibandingkan yang sebelumnya berada di posisi 0,394.

Kemudian, tingkat pengangguran juga mengalami penurunan sebesar 0,17% terhitung sejak Februari 2016 sampai Februari 2017. Tingkat pengangguran per Februari 2016 tercatat sebesar 5,33% atau sebanyak 7,01 juta orang.

Baca: Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Penciptaan lapangan kerja baru di sektor-sektor potensial terus didorong lebih optimal. Jika rinci, pada Agustus 2014 tingkat pengangguran berada di level 5,94%, lalu menurun ke level 5,81% pada Februari 2015, namun kembali naik ke level 6,18% di Agustus 2015.

Di tahun selanjutnya, tepat pada Februari 2016 tingkat kemiskinan turun ke level 5,5%, namun pada Agustus 2016 naik ke level 5,61%, dan pada Februari 2017 turun 0,17% ke 5,33%. (ARN)

Sumber: Infopresiden

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: