NewsTicker

Pemimpin Houthi Peringatkan UEA untuk Segera Tarik Pasukan

Pemimpin Ansarullah Houthi Pemimpin Ansarullah Houthi

Arrahmahnews.com, Yaman – Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah memperingatkan Uni Emirat Arab (UEA) agar tidak melanjutkan pendudukannya, dan menasihati negara Teluk Persia itu untuk sepenuhnya menarik pasukan dari Yaman.

Berbicara kepada para pendukungnya melalui siaran langsung dari ibukota Yaman, Sana’a, pada hari Minggu sore, Abdul-Malik al-Houthi meminta Abu Dhabi untuk menghentikan pendudukannya atas Yaman dan melaksanakan rencana penarikan.

BacaPertengkaran Dahsyat antara Pejabat UEA dengan Mantan Presiden Yaman

Houthi menyatakan bahwa UEA harus menarik militernya dari Yaman, jika tidak situasinya akan menjadi berbahaya bagi negara itu.

Seorang pejabat senior Emirat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan pada 8 Juli bahwa negara Teluk Persia itu merencanakan penarikan pasukan dari Yaman, dengan klaim pergeseran dari strategi militer ke rencana “perdamaian”.

Dia menambahkan, “Kami memiliki tingkat pasukan yang turun karena alasan yang strategis di (kota Laut Merah) Hodeidah dan alasan taktis” di bagian lain negara itu.

BacaArab Saudi Menghambat Penyelidikan PBB di Yaman

“Ini sangat terkait dengan perubahan dari strategi militer ke strategi damai, dan saya pikir inilah apa yang harus kami lakukan,” kata pejabat Emirat itu.

Pada akhir Juni, sumber-sumber diplomatik Barat mengatakan UEA sedang mempertimbangkan pengurangan militernya di Yaman untuk fokus pada ancaman yang ditimbulkan dari meningkatnya ketegangan AS-Iran.

Di tempat lain dalam sambutannya, Pemimpin Ansarullah mendesak pemerintah Saudi untuk memahami apa yang menjadi kepentingan terbaik mereka di Timur Tengah, dan menghindari ketegangan disana.

Baca: NYT: Yakin Tak Akan Menang, UEA Tarik Pasukan dari Yaman

Houthi kemudian memperingatkan rezim Riyadh bahwa serangan balasan oleh tentara Yaman dan pejuang dari Komite Populer sekutu akan meningkat jika mendesak maju dengan agresi militernya terhadap Yaman.

“Kami memperingatkan Arab Saudi dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, terhadap pukulan mematikan Yaman dan akibatnya,” katanya.

Pemimpin Ansarullah kemudian menyatakan bahwa kekuatan kolonial berusaha untuk memajukan plot memecah belah di kota pelabuhan selatan Yaman, Aden, dan menekankan bahwa menggerakkan rasa tidak aman di Yaman selatan ditujukan untuk tujuan seperti itu.

Dia meminta semua faksi Yaman untuk menghormati ajaran Islam dan bekerja sama untuk menggagalkan skema musuh.

Houthi akhirnya mengutuk politisasi haji yang menciptakan hambatan bagi warga Yaman yang ingin melakukan ritual ibadah haji. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: