NewsTicker

PBB Jual Darah Anak-anak Yaman demi Uang Saudi

PBB Jual Darah Anak-anak Yaman demi Uang Saudi Mayat-mayat Anak-anak Yaman Korban Agresi Saudi

Yaman – Dalam kamus PBB, darah anak-anak Yaman tidak ada harganya dibandingkan dengan uang yang diterima organisasi itu dari rezim Saudi.

Meskipun PBB jelas mengakui bahwa koalisi itu bertanggung jawab atas pembunuhan dan penyebab cacat pada 222 anak di Yaman pada 2019, namun Badan Dunia itu tidak mau memasukkan rezim Saudi dalam daftar rasa malu bagi pelanggar hak-hak anak di dunia untuk tahun ini. Hal ini kemudian memicu gelombang kritik yang meluas di dalam dan di luar Yaman, menuduh organisasi itu melanggar perjanjian dan Undang-Undangnya demi menyerah pada ancaman Saudi.

Baca Juga:

Jo Becker, direktur advokasi hak-hak anak-anak Human Rights Watch, menuduh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menambahkan tingkat rasa malu baru ke dalam ‘daftar memalukan PBB’ dengan menghapus koalisi Saudi dari daftar hitam global pihak-pihak yang tindakannya telah merugikan anak-anak dalam konflik dan mengabaikan bukti PBB sendiri atas pelanggaran berat terhadap anak-anak”.

Adrianne Lapar, direktur Watchlist on Children and Armed Conflict, sebuah kelompok advokasi internasional, mengatakan bahwa dengan menghapus koalisi Saudi, yang juga termasuk di dalamnya Uni Emirat Arab, dari daftar hitam, maka Sekretaris Jenderal PBB telah mengirimkan pesan bahwa aktor-aktor kuat bisa lolos begitu saja meski membunuh anak-anak.

Ia menyerukan penilaian independen dan transparan dari proses dikeluarkannya koalisi Saudi dari daftar itu, “untuk memastikan bahwa semua pelanggar HAM diperlakukan dengan standar yang sama oleh PBB, tidak peduli siapa mereka atau teman-teman mereka”.

Baca Juga:

Tidak ada wujud perkembangan nyata yang telah dicapai Arab Saudi dalam melindungi anak-anak di Yaman selama setahun terakhir, hingga negara itu berhak dihapus dari daftar hitam.

Ironisnya, Resolusi PBB yang menghapus Arab Saudi dari daftar hitam pembunuh anak dikeluarkan ketika agresi Saudi meluncurkan serangan udara terhadap sebuah kendaraan yang membawa warga sipil di Yaman utara pada hari Senin, menewaskan 13 orang, termasuk empat anak-anak.

Meskipun Arab Saudi telah berhasil menghapus namanya dan sekutu-sekutunynya dari daftar hitam PBB menggunakan ancaman dan mengerahkan lobi Amerika dan non-Amerikanya agar memberi tekanan pada Sekretaris Jenderal dan beberapa pembantunya, semua ini tidak bisa menghapusnya dari tanggung jawab atas pembunuhan 3.742 anak-anak Yaman dan melukai 3.592 lainnya sejak awal perangnya di Yaman pada Maret 2015. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: