News Ticker

Batalnya Pengunduran Diri Hariri Kekalahan Memalukan Arab Saudi

Sabtu, 09 Desember 2017

BOSTON, ARRAHMAHNEWS.COM – Dibatalkannya pengunduran diri Hariri adalah kekalahan telak bagi Arab Saudi, menyusul kekalahan demi kekalahan yang dibuat oleh kerajaan dalam praktek kebijakan luar negerinya. Rami Khouri, seorang pakar kebijakan publik senior dan profesor jurnalisme di American University of Beirut, di Boston, yang juga merupakan seorang anggota senior non-residen di Harvard Kennedy School, menyatakan hal ini dalam wawancaranya dengan Aaron Mate di The Real News, Jum’at (08/12).

Rami Khouri

Menurut Khouri, Pemerintah Arab Saudi dalam bentuknya sekarang, sembrono dalam apa yang mereka lakukan di kawasan. Mereka melakukan langkah-langkah yang ceroboh dan berbahaya itu secara terus menerus.

“Kerajaan gagal dalam sebagian besar inisiatif kebijakan luar negerinya. Dimana hal ini akhirnya justru memungkinkan Iran tumbuh lebih kuat dan berpengaruh. Saya rasa Saudi hampir putus asa, untuk bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan, dan mereka tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.

Sedangkan mengenai situasi di Lebanon terkait tuntutan Hariri atas Hizbullah yang diotaki Saudi, Khouri mengatakan bahwa di Lebanon sudah biasa terjadi perbedaan pendapat secara internal. Dan pemerintah Lebanon juga biasa mencapai kesepakatan melalui konsensus. Mereka bernegosiasi. Ada sekitar 18 kelompok politik konfesional yang berbeda. Mereka harus saling setuju, dan biasanya mereka cepat mencapai persetujuan.

Baca: Saad Hariri Resmi Cabut Pengunduran Diri Pasca Sidang Kabinet

Tapi bila ada perselisihan besar, seperti misalnya peran Hizbullah dalam perang Suriah, peran Hizbullah dalam membantu orang lain di sekitar dunia Arab dalam bentuk militer atau dalam bentuk mobilisasi politik, yang menurutnya memang sangat bagus dalam hal itu, ketika itu menjadi kontroversial, maka mereka bisa dikatakan punya masalah. Tapi mereka lalu berkumpul. Mereka membicarakannya sebentar. Mereka mencapai kesepakatan dan kesepakatan tersebut meski tidak menyelesaikan masalah yang mendasarinya namun akan segera mengembalikan situasi seperti semula. Dan itulah yang terjadi saat ini.

Saat ditanya apakah ini berarti Arab Saudi setelah segala upayanya terkait Hariri, tidak mendapatkan apa-apa kecuali kekalahan memalukan karena akhirnya Hariri kembali ke Lebanon dan batal mengundurkan diri, Khouri menjawab bahwa inilah hasil utama yang didapat kerajaan Raja Salman atas drama aneh ini.

Baca: Zarif: Ular-ular Peliharaan Saudi Berbalik Menggigit Tuannya Sendiri

“Saya pikir itu salah satu hasil utama. Saudi telah menunjukkan bahwa mereka benar-benar tidak ahli dalam bidang ketenagakerjaan, bahwa mereka masih harus belajar dalam hal ini. Mereka membuat banyak kesalahan,” ujarnya.

“(Batalnya pengunduran Hariri) ini adalah contoh lain bahwa mereka tidak berhasil. Mereka membuat kesalahan. Mereka harus membayar atas ini. Dan mereka, sekali lagi, membiarkan Iran membuat terobosan baru ke negara-negara Arab. Ironisnya, Saudi lah yang membuka jalannya. Mereka melakukan perang di Yaman. Mereka mengepung Qatar. Mereka mengancam Libanon karena mereka pikir ini akan melemahkan Iran, namun dalam setiap kasus, apa yang telah mereka lakukan hanya memperkuat Iran. Jadi mereka harus benar-benar memikirkan kembali bagaimana mereka melakukan kebijakan di kawasan,” jelas Khouri menyimpulkan.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri secara resmi membatalkan pengunduran dirinya pada hari Selasa (05/12) menyusul kesepakatan yang dicapai dengan berbagai partai politik pada akhir pertemuan kabinet pertama yang diselenggarakan di negara itu pasca kejutan 4 November. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: