News Ticker

Qatar Mencari Kompensasi atas Sanksi dan Blokade yang Diterapkan Saudi

Kamis, 11 Januari 2018,

ARRAHMAHNEWS.COM, DOHA – Pejabat Qatar menggambarkan boikot diplomatik dan perdagangan yang dipimpin Saudi terhadap negaranya sebagai “perang ekonomi,” dan menekankan bahwa Doha berencana untuk meminta kompensasi bagi mereka yang terkena sanksi tersebut.

“Ini adalah perang ekonomi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lulwah al-Khater pada sebuah konferensi pers, pada hari Rabu.

Baca: Media Turki: Arab Saudi Rencanakan Kudeta di Qatar

“Kami sudah mulai bergerak secara internasional untuk mencari arbitrase atau pergi ke pengadilan internasional atau institusi PBB untuk mengakhiri blokade tersebut, kata Khater.

“Semua pilihan tersedia untuk kita,” tegasnya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pejabat Qatar akan menghubungi Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) di Doha, untuk proses hukum terhadap blokade yang dipimpin oleh Saudi.

Khater berharap Arab Saudi dan sekutunya akan melakukan dialog dengan pemerintah Doha untuk membantu menyelesaikan konflik.

Baca: Lawan Blokade Saudi, Qatar Pererat Hubungan dengan Iran dan Turki

Kementerian Luar Negeri Qatar kemudian mengumumkan bahwa keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik tidak dapat dibenarkan dan berdasarkan klaim dan asumsi yang salah.

Pada tanggal 9 Juni, Qatar dengan tegas menolak tuduhan mendukung terorisme setelah rezim Saudi dan sekutu-sekutunya memasukkan daftar hitam lusinan individu dan entitas yang konon berasosiasi dengan Doha.

Baca: Qatar: Kebijakan Arab Saudi Hancurkan Timur Tengah dan Ancam Perdamaian

Pada tanggal 23 Juni, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya merilis daftar 13 poin tuntutan, termasuk penutupan jaringan televisi Al Jazeera dan memutus hubungan dengan Iran, sebagai pengganti normalisasi hubungan diplomatik dengan Doha. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: