NewsTicker

Iran, Rusia dan Turki Kompak Tolak Disintegrasi Suriah

SOCHI – Iran, Rusia dan Turki, sebagai negara-negara penjamin untuk proses perdamaian di Suriah, telah menyatakan tekad kuat mereka untuk melawan setiap rencana yang bertujuan untuk memecah belah negara Arab tersebut.

Utusan Khusus Rusia untuk Suriah, Alexander Lavriev, mengumumkan pernyataan ini saat membaca pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh perwakilan dari tiga negara pada hari Selasa (31/07) di akhir putaran ke-10 dari Pertemuan Internasional dua hari tentang Suriah di resor Laut Hitam, Sochi.

“Republik Islam Iran, Federasi Rusia dan Republik Turki menegaskan kepatuhan mereka yang kuat terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah,” kata Lavrentiev.

Ia menambahkan bahwa ketiga pihak menegaskan kembali tekad mereka untuk melanjutkan perang melawan terorisme di Suriah guna sepenuhnya membasmi kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh dan Front Al-Nusra, serta kelompok, perusahaan dan organisasi lain yang berkaitan dengan al-Qaeda atau Daesh dan yang sejenisnya.

Baca: Dubes Rusia di Israel: Kehadiran Iran di Suriah Sah, Tidak Dapat Dipaksa Keluar

Diplomat Rusia itu mengatakan bahwa semua pihak akan terus melakukan upaya bersama untuk mempromosikan proses penyelesaian politik yang dipimpin dan dilaksanakan oleh Suriah sendiri untuk menetapkan syarat-syarat yang memfasilitasi awal kerja komite konstitusi di Jenewa.

“Iran, Turki dan Rusia menyerukan kepada masyarakat internasional, terutama PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaannya, untuk meningkatkan bantuan ke Suriah, memulihkan fasilitas pendukung kehidupan dan infrastruktur sosial-ekonomi serta melestarikan peninggalan bersejarah,” Lavrentiev menambahkan.

Ia mencatat bahwa tiga negara telah memulai diskusi dalam koordinasi dengan komunitas internasional, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi dan organisasi internasional terkait lainnya dalam rangka menetapkan kondisi yang pantas bagi kembalinya orang-orang dan pengungsi internal secara sukarela dan aman ke rumah mereka di Suriah.

Baca: Pertempuran di Barat Daya Suriah Berakhir dengan Kemenangan Mutlak Tentara Suriah

Utusan Rusia itu mengatakan bahwa Teheran, Moskow, dan Ankara akan melakukan upaya bersama untuk memperkuat kepercayaan antara pihak-pihak yang bertikai di Suriah, termasuk dalam kerangka kelompok kerja mengenai pembebasan tahanan / penculikan dan penyerahan jenazah, serta identifikasi orang hilang dengan partisipasi para ahli PBB dan Komite Internasional Palang Merah.

Lavrentiev lebih lanjut menambahkan, “Semua pihak telah memutuskan untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi internasional berikutnya di Suriah pada November 2018.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: