News Ticker

Penduduk Taiz: Bukan Houthi yang Membunuh Kami Tapi Koalisi Saudi

Penduduk Taiz: Bukan Houthi yang Membunuh Kami Tapi Koalisi Saudi Perang Yaman

Arrahmahnews.com, Yaman Setiap Sabtu selama tiga minggu, Asem Ali bersama tetangganya pergi ke Jalan Gamal di pusat kota Taiz, untuk melaukan protes. Mereka memiliki satu tujuan, yakni mendapatkan perhatian dan bantuan untuk kota mereka yang miskin.

Pada 2015, koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang didukung AS dan sekutu melakukan intervensi di Yaman, mencoba mengembalikan pemerintah yang diakui internasional yang disingkirkan dari kekuasaan oleh gerakan revolusi yang dipimpin Houthi. Kota Taiz dikendalikan oleh pasukan pro mantan presiden Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi.

BacaAncaman Houthi ke Koalisi Saudi: Siap Terima Konsekuensi Serius jika Agresi Kejam di Yaman Berlanjut

“Kami hidup di bawah pemerintahan bentukan Saudi sejak 2015. Para pemimpin militer sibuk berbagi uang hasil dari pencucian uang pajak, gubernur kami menikmati hidupnya di Mesir, dan tidak ada yang berbicara tentang penderitaan di Taiz,” Ali, seorang warga lokal berusia 43 tahun mengatakan kepada Middle East Eye.

Taiz adalah kota terbesar ketiga di Yaman, mendapat sedikit perhatian dari mantan pemerintah Mansour Hadi sejak perang meletus. Penduduk mengeluhkan tidak adanya kepedulian dengan penderitaan yang mereka alami.

Sebagai sopir bus, Ali melakukan perjalanan secara teratur di satu-satunya jalan yang menghubungkan provinsi Taiz dengan gubernur lainnya di Yaman.

Dia mengatakan perjalanan yang dulu memakan waktu 15 menit sekarang memakan waktu hingga empat jam, dan hanya kendaraan yang dianggap cukup baik yang diizinkan di jalan.

BacaDitinggal Morales, Pemerintah Baru Bolivia Usir Diplomat Venezuela

Lebih tragis lagi, Ali mengatakan bahwa setiap hari dirinya menyaksikan kematian warga sipil di provinsi Taiz.

Insiden terbaru yang disaksikannya terjadi awal pekan ini, ketika sebuah rudal jatuh menimpah bus, dan satu lagi menargetkan anak-anak di distrik Al-Silw.

Meskipun Taiz menderita karena kurangnya layanan dasar seperti air, listrik dan kesehatan, kesejahteraan warga kota tidak menjadi prioritas bagi pemerintah, klaim Ali.

Dia juga mengkritik pasukan koalisi pimpinan Saudi karena menduduki sekolah-sekolah di Taiz, merampas ribuan siswa dari pendidikan.

Baca: Komandan Senior Pro-Hadi Membelot Dukung Houthi Yaman

“Pemerintah kita sibuk menandatangani perjanjian dengan milisi di Sanaa dan Aden, dan mereka tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian untuk Taiz,” katanya, seraya menambahkan bahwa pejabat lokal mengantongi pendapatan kota tetapi tidak membayar layanan penting apa pun bagi penduduknya.

Sejauh ini, belum ada reaksi resmi terhadap protes di Taiz, tetapi Ali dan demonstran lainnya berjanji akan terus menyuarakan sampai tuntutan mereka terpenuhi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: