News Ticker

Analis: AS Paksa Irak Hentikan Hubungan dengan Iran

BAGHDAD – Seorang analis terkemuka Irak mengatakan bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan maksimum kepada Baghdad untuk menghentikan hubungan dengan Iran dan front perlawanan.

Sabah al-Akili pada Rabu (27/11/2019) mengatakan pada kantor berita Al-Maalomah, bahwa Amerika telah menyampaikan pesan tegasnya kepada Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi.

“Amerika memperingatkan bahwa Irak harus menjadi sekutu AS dan meninggalkan Iran atau kekacauan akan semakin meluas di negara ini,” ujarnya.

Al-Akili juga menegaskan bahwa AS juga memaksa Baghdad untuk membubarkan pasukan populer (Hashd al-Shaabi), dan menjauhkannya dari perbatasan Suriah-Irak.

BacaIrak Berlakukan Jam Malam di Najaf Pasca Serangan ke Konsulat Iran

Al-Akhbar dalam laporannya pada Senin (25/11/2019) mengatakan Mike Pence gagal menyelesaikan misinya ketika berkunjung ke Baghdad baru-baru ini. Ia gagal membujuk para pejabat Irak untuk mengambil posisi bermusuhan dengan Iran, setelah para pejabat Irak menolak bertemu dengannya.

Merujuk kunjungan kejutan Pence ke Irak pada Sabtu lalu, al-Akhbar menyatakan bahwa tidak ada satupun pejabat Irak yang menemuinya, termasuk perdana menteri Adel Abdul Mahdi.

Jubir PM Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Perdana Menteri hanya melakukan percakapan telepon dengan Pence dan berbicara tentang perkembangan terakhir di Irak, serta membantah adanya pertemuan antara kedua belah pihak.

Al-Akhbar dalam laporannya juga mengatakan penolakan pejabat Irak memperlihatkan gelapnya hubungan antara Washington dan Baghdad, ketika AS menyaksikan hubungan bilateral Irak-Iran.

Pejabat Irak mengatakan kepada al-Akhbar bahwa Wakil Presiden AS Mike Pence membujuk Abdul Mahdi untuk mengurangi hubungan dan meninggalkan Iran, selama pembicaraan telepon.

Seorang pejabat Irak lainnya mengatakan bahwa memburuknya hubungan antara Irak dan AS tidak pernah mencapai rekor setinggi ini, dan menambahkan bahwa perbedaan di antara kedua negara meningkat dari hari ke hari.

BacaMilitan Dukungan Turki Rilis Video Penyergapan Pasukan Khusus Rusia

Mike Pence pada Sabtu (23/11/2019) melakukan perjalan tanpa pemberitahuan ke Irak. Pesawat kargo militer C-17 yang ditumpangi Pence mendarat di Irbil, ibukota Kurdistan. Mike Pence bertemu dengan Presiden Kurdistan Irak Barzani.

Pence berbicara melalui telepon dengan Abdul Mahdi setelah pemimpin Irak itu menolak undangan untuk bertemu dengan Pence di pangkalan udara AS. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: