News Ticker

Kenapa Emir Qatar Mungkin Tak Hadiri KTT di Riyadh?

Kenapa Emir Qatar Mungkin Tak Hadiri KTT di Riyadh? Emir Qatar

QATAR – Seharusnya, KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang akan berlangsung di Riyadh minggu ini diakhiri dengan membaiknya hubungan keenam negara anggotanya, termasuk Qatar. Karenanya Raja Salman mengirimkan undangan kepada Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani, Emir Qatar.

Namun menurut laporan MEMO pada Minggu (08/12) kemarin, hal seperti itu tampaknya hampir tidak mungkin terjadi tanpa pencabutan penuh kwartet pimpinan Saudi (Saudi, UEA, Bahrain, Mesir) terhadap blokade atas Qatar.

Masih ada masalah yang belum terselesaikan yang jelas akan mempengaruhi kemungkinan kehadiran pimpinan Qatar itu di KTT Riyadh. Pertama, jika para peserta benar-benar tulus dalam keinginan mereka untuk menghadirkan Syekh Tamim, mereka akan mengadakannya di negara anggota netral seperti Kuwait atau Oman.

Baca: Saudi Undang Emir Qatar Hadiri Pertemuan di Mekkah

Laporan MEMO menyebut bahwa kehadiran penguasa Qatar, sementara blokade masih berlaku, akan ditafsirkan sebagai pengakuan atas semua tuduhan yang dibuat terhadap negaranya. Ketika negara-negara anggota GCC dan Mesir memberlakukan blokade darat, udara dan laut di Qatar pada Juni 2017, mereka menuduh Doha “mendukung terorisme”.

Untuk mengakhiri blokade, negara-negara yang memboikot secara konsisten menuntut 13 syarat kepada Qatar untuk pembebasannya. Ini termasuk, terutama, penutupan stasiun televisi Al Jazeera, menyingkirkan pangkalan militer Turki, meminimalkan hubungan dengan Iran dan memutuskan semua hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

Dalam hal ini, kehadiran Tamim tidak hanya secara tidak langsung menjadi pengakuan bersalah, tetapi lebih buruk lagi memperbaharui panggilan untuk pelaksanaan 13 tuntutan.

Baca: Menlu Qatar Kunjungi Saudi, Pertanda Hubungan Membaik?

Menariknya, bulan lalu The Wall Street Journal (WSJ) menerbitkan sebuah artikel yang menyebut bahwa Qatar dan Saudi memulai langkah baru untuk mengakhiri perseteruan mereka. Penulisnya, Warren Strobel dan Dion Nissenbaum, mengkonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani melakukan kunjungan mendadak ke Riyadh dan menawarkan untuk memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin guna memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi.

Sumber-sumber di Doha mengatakan kepada MEMO bahwa berita kunjungan itu dibocorkan oleh pihak UEA dengan informasi palsu yang disengaja untuk mendiskreditkan Qatar dan mencegah kemungkinan rekonsiliasi antara Doha dan Riyadh. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: