News Ticker

Rusia, Iran, Turki Kecam Perampasan Pendapatan Minyak Suriah

Rusia, Iran, Turki Kecam Perampasan Pendapatan Minyak Suriah Astana

KAZAKHSTAN – Negara-negara penjamin dari proses Astana (Rusia, Iran dan Turki) dalam sebuah pernyataan bersama yang diumumkan setelah putaran ke-4 pembicaraan Internasional yang digelar di ibukota Kazakhstan, Astana, mengecam penyitaan ilegal pendapatan minyak di Suriah.

Menurut pernyataan yang dikutip TASS pada Rabu (11/12) itu, tiga negara penjamin “menyatakan penolakan mereka terhadap penyitaan ilegal dan transfer pendapatan minyak yang seharusnya menjadi milik Republik Arab Suriah.”

Baca: AS Terus Kerahkan Pasukan ke Ladang Minyak Suriah di Rumaila

Sebelumnya saat wawancara dengan RT November lalu, Presiden Suriah Bashar al Assad mengecam pencurian minyak Suriah yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dimana Trump dengan terang-terangan mengumumkan penguasaan AS atas ladang minyak Suriah dengan dalih mencegahnya jatuh ke tangan ISIS.

“….Apa yang dilakukan Trump hanyalah mengumumkan kebenaran; dia tidak berbicara tentang sesuatu yang baru. Bahkan ketika beberapa orang Kurdi mulai menjarah minyak Suriah, Amerika tetap menjadi mitra mereka. Jadi, ini tentang uang, dan ini tentang minyak, dan itulah yang dikatakan Trump baru-baru ini, ujarnya.”

Baca: Rusia: AS Selundupkan Minyak Suriah Senilai $ 30 Juta Per bulan

“Amerika selalu mencoba menjarah negara-negara lain dengan cara yang berbeda mengenai tidak hanya minyak atau uang mereka, atau sumber daya keuangan. Mereka menjarah hak-hak mereka, hak-hak politik mereka, setiap hak lainnya. Itulah peran historis mereka setidaknya setelah Perang Dunia 2,” lanjut Assad. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: