News Ticker

Turki Panggil Dubes AS Pertanyakan Keputusan Kongres Soal Genosida Armenia

Turki Panggil Dubes AS Pertanyakan Keputusan Kongres Soal Genosida Armenia Genosida di Armenia

TURKI – Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar AS untuk Ankara untuk meminta penjelasan atas keputusan senat AS yang dengan suara bulat mengeluarkan resolusi berisi pengakuan pembantaian warga Armenia di era Ottoman sebagai genosida. Sebuah resolusi yang akan semakin merenggangkan hubungan AS dengan Turki setelah Ankara membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Kementerian mengatakan pada hari Jumat (13/12) bahwa pihaknya menyampaikan kekecewaan Turki atas tindakan tersebut. Resolusi itu adalah upaya keempat untuk disahkan karena sebelumnya upaya tersebut selalu diblokir oleh tiga senator Partai Republik.

BacaHouthi Ungkap Israel Tolak Hentikan Perang di Yaman

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Kamis menyebut pemungutan suara kongres AS itu sebagai “pertunjukan politik”, menambahkan bahwa “itu tidak mengikat secara hukum dan tidak memiliki validitas apa pun.”

“Resolusi Senat AS tidak lebih dari sebuah pertunjukan politik. Itu tidak mengikat secara hukum dan tidak memiliki validitas apa pun. Mereka yang ingin mengeksploitasi sejarah untuk tujuan politik adalah para pengecut yang tidak mau menghadapi kebenaran,” kata Cavusoglu di akun Twitternya setelah pemungutan suara Senat.

Presiden AS Donald Trump sepertinya berupaya memperbarui kedekatan dengan Turki dan mitranya dari Turki Recep Tayyip Erdogan, tetapi Kongres AS telah bersatu dalam sikap oposisi terhadap tindakan kebijakan baru-baru ini di Turki.

BacaTrump Klaim Dirinya Presiden Terhebat dari Semua Presiden

Senator Republik marah dengan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia oleh Turki, yang menurut Washington menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan tidak dapat diintegrasikan ke dalam sistem senjata NATO.

Anggota parlemen Republik juga telah bergerak untuk menghukum Turki atas serangannya ke Suriah pada bulan Oktober. Mereka menyalahkan Trump karena memberi lampu hijau ke Ankara untuk serangan militernya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: