NewsTicker

Analis: AS Curi Perusahaan Minyak Venezuela sejak 2019

Amerika Serikat – Seorang ahli hak asasi manusia dan aktivis perdamaian Amerika menyebut bahwa Amerika Serikat telah mencuri perusahaan minyak Venezuela, Citgo Petroleum Corporation, pada tahun 2019 dan menyerahkan perusahaan itu kepada orang-orang yang oleh Washington diakui sebagai pemerintah kudeta Venezuela pimpinan Juan Guaido.

Daniel Kovalik, yang mengajar hak asasi manusia internasional di Fakultas Hukum Universitas Pittsburgh di negara bagian Pennsylvania, membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat (24/01).

Pengacara pribadi Presiden Donald Trump, Rudy Giuliani, dilaporkan telah melobi jaksa AS untuk menghindari kemungkinan penuntutan klien kaya Venezuela karena dukungan keuangannya untuk tokoh oposisi Venezuela Guaido.

Baca: Venezuela Bebaskan Sejumlah Politisi Ditengah Perundingan dengan Oposisi

Mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, Reuters melaporkan bahwa tahun lalu, Giuliani mendesak jaksa penuntut Departemen Kehakiman untuk mengabaikan Alejandro Betancourt.

Betancourt, seorang eksekutif dengan perusahaan minyak milik negara Venezuela di Florida, adalah subjek investigasi kriminal dengan 1,2 miliar dolar dugaan pencucian uang di negara bagian AS.

Menurut orang-orang yang mengetahui situasi tersebut, dalam pertemuan Agustus di Spanyol, Betancourt mengatakan kepada Giuliani bahwa ia diam-diam membantu membiayai upaya Guaido untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca: Ekonom: Sanksi AS Bahayakan Kehidupan Rakyat Venezuela

Kovalik mengatakan bahwa “ini cukup menarik. Maksud saya ini kedengarannya seperti mantan walikota Giuliani sedang bertindak dalam perannya sebagai pengacara untuk Donald Trump, berusaha mendapatkan keringanan hukuman untuk seorang warga Venezuela yang tinggal di Florida yang telah didakwa oleh jaksa penuntut di Florida karena pencucian uang lebih dari satu miliar dolar, secara ilegal mencuci uang lebih dari satu miliar dolar di negara bagian itu.”

“Giuliani mengatakan bahwa pria bernama Alejandro Betancourt ini telah membantu upaya kudeta di Venezuela terhadap Presiden Nicolas Maduro karena itu harus diberi hukuman yang lebih ringan karena bantuannya. Tidak jelas bagi saya apakah pencucian uang terkait dengan bantuan dengan kudeta tetapi mungkin demikian,” tambah Kovalik.

Baca: Maduro Berharap Solusi Damai Venezuela Bisa Tercapai di Oslo

“Orang yang didakwa melakukan pencucian uang sekarang secara resmi menjadi seorang pejabat perusahaan minyak AS Venezuela, Citgo, yang benar-benar telah dicuri AS dari Venezuela pada tahun 2019, dan diserahkan kepada orang-orang yang anda kenal sekarang diakui AS sebagai pimpinan kudeta di Venezuela, oleh Juan Guaido,” katanya lebih lanjut.

“Jadi mungkin pria di Florida ini menggunakan dana dari Citgo untuk membantu Guaido dan upayanya untuk menggulingkan Presiden Maduro,” katanya.

“Tapi saya kira kurang lebih adalah, mengapa seorang warga negara Venezuela harus diberi keringanan hukuman karena menggunakan uang hasil pencucian untuk terlibat dalam kudeta illegal?? Maksud saya mengapa jaksa Florida harus memberinya kritik karena itu. Bahkan seharusnya dia diberi hukuman lebih besar karena ikut campur dalam urusan negara lain,” katanya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: