NewsTicker

Militer Yaman Peringatkan Konsekuensi Mengerikan Jika Koalisi Saudi Terus Menyerang

Militer Yaman Peringatkan Konsekuensi Mengerikan Jika Koalisi Saudi Terus Menyerang Jubir Militer Yaman

Yaman – Tentara Yaman memperingatkan koalisi pimpinan Arab Saudi atas “konsekuensi mengerikan” jika mereka terus melanjutkan serangan udara terhadap negara Yaman.

Juru Bicara untuk Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan pada hari Minggu (24/05) bahwa akan ada konsekuensi mengerikan bagi agresor Arab Saudi jika mereka mengintensifkan serangan udara mereka terhadap berbagai bagian Yaman.

Baca Juga:

Al-Masirah TV melaporkan bahwa jubir militer Yaman itu mengungkap Arab Saudi telah melakukan setidaknya 48 serangan udara di empat provinsi Yaman al-Jawf, Ma’rib, Hajjah, dan Sa’ada dalam dua hari terakhir, (menjelang dan tepat di Hari Raya Idul Fitri) membunuh dan melukai beberapa orang Yaman.

Jenderal Saree mengatakan bahwa sembilan serangan udara diluncurkan di distrik Majzar di Ma’rib, sementara jet koalisi Saudi membombardir berbagai lingkungan berbeda di provinsi al-Jawf di Yaman utara sebanyak 6 kali.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa jet tempur koalisi Saudi melakukan 15 serangan udara terhadap distrik Abs dan Harad di provinsi Hajjah utara. Sebanyak 18 serangan dilakukan oleh jet koalisi  Saudi terhadap distrik Maran, Malahit dan Baqim di provinsi Sa’ada.

Setidaknya tiga warga sipil tewas dalam serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi di provinsi pegunungan di barat laut Sa’ada saat orang-orang tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Jet tempur koalisi Saudi juga menyerang sebuah jalan raya di daerah Maran di distrik Haydan, menewaskan tiga orang dan melukai banyak lainnya.

Baca Juga:

Saudi melancarkan semua serangan udara itu meskipun mereka sebelumnya mengumumkan gencatan senjata pada awal April untuk membantu mengendalikan wabah virus corona di Yaman.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan perang menghancurkan atas Yaman pada Maret 2015 untuk membawa mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan populer Houthi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: