NewsTicker

100.000 Warga Irak Terbunuh oleh Teroris Berkebangsaan Saudi

100.000 Warga Irak Terbunuh oleh Teroris Berkebangsaan Saudi Bendera Arab Saudi dan Irak

Baghdad  Sebuah laporan pers pada hari Kamis, mengungkap bahwa 100.000 warga Irak tewas sebagai akibat dari operasi teroris yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri asal Saudi di Irak sejak tahun 2003.

Surat kabar “al-Arabi al-Jadid” dalam laporan yang dikutip oleh “al-Maalomah” menyatakan bahwa “para politisi Irak selama beberapa hari ini melakukan gerakan luas yang bertujuan memobilisasi Parlemen untuk membuka file pembom bunuh diri yang berkewarganegaraan Saudi, yang datang ke Irak pada 2003, dan melakukan berbagai operasi yang menyebabkan pembunuhan warga Irak”.

Baca Juga:

Surat kabar itu menambahkan, “Langkah ini akan diikuti oleh prosedur lain untuk bergerak secara internasional dalam file yang sama, untuk memaksa Riyadh membayar kompensasi kepada keluarga para korban”.

Surat kabar itu juga mengutip pemimpin koalisi “Daulah al-Qonun”, Saad al-Muttalabi mengatakan, “Kekuatan politik serta pemerintah harus benar-benar mengambil langkah tegas untuk menuntut hak-hak sekitar 100.000 warga Irak yang terbunuh oleh operasi teroris, dan meminta Arab Saudi bertanggung jawab”.

Al-Muttalabi menambahkan, “Langkah ini harus dilakukan melalui undang-undang parlemen di Irak berdasarkan bukti dan fakta, serta mengutuk negara-negara yang melibatkan warganya dalam membunuh warga Irak atau memfasilitasi penyeberangan mereka ke Irak seperti Arab Saudi yang memiliki peran dalam memfasilitasi teroris ke Irak”.

Baca Juga:

Dia juga mengungkapkan “bukti resmi yang mengkonfirmasi partisipasi lembaga dan kepribadian resmi serta tidak resmi Arab Saudi dalam mendukung terorisme di Irak. Tentu ini sesuai dengan bukti untuk menjatuhkan sanksi dan menuntut kompensasi dari para pendukung teroris di Irak”.

Pada topik yang sama, pakar hukum Tariq Harb menegaskan bahwa “secara hukum, Irak dapat menuntut ke Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang memberikannya hak untuk menerima kompensasi dari Arab Saudi.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: