NewsTicker

Khutbah Lengkap Khamanei: Menekan Leher Negara Lain adalah Kebiasaan AS

Khutbah Lengkap Khamanei: Menekan Leher Negara Lain adalah Kebiasaan ASKhutbah Lengkap Khamanei: Menekan Leher Negara Lain adalah Kebiasaan AS Pemimpin Revolusi Iran, Sayyid Ali Khamanei

Iran – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayed Ali Khamenei, mengatakan bahwa kematian tragis seorang pria Afrika-Amerika yang tidak bersenjata di tangan polisi AS, mengungkap sifat asli negara paman Sam tersebut, yang telah menekan leher negara-negara lain selama bertahun-tahun.

“Seorang petugas polisi yang menekankan lututnya ke leher seorang pria kulit hitam dan menekannya  sampai ia meninggal, menunjukkan sifat pemerintah Amerika,” kata Ayatollah Khamenei dalam komentar pada hari Rabu (03/06), merujuk pada kondisi kacau di AS setelah pembunuhan seorang pria kulit hitam lain oleh polisi Amerika.

Baca Juga:

Pemimpin Iran itu membuat pernyataan tersebut di sebuah upacara memperingati  meninggalnya Imam Khomeini, pendiri Revolusi Islam.

Peringatan ini selalu diadakan setiap tahun di tempat peristirahatan Imam Khomeini dengan banyak orang yang hadir, tetapi kali ini khotbah dibawakan dalam siaran langsung karena wabah virus corona.

“Bangsa menyerupai lautan. Menciptakan badai di lautan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan siapa pun. Imam Khomeini menciptakan badai di lautan bangsa Iran, mengubah bangsa Iran yang telah meninggalkan penentuan nasib sendiri menjadi bangsa yang menentukan dan berpengaruh di dunia,” kata Ayatollah Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Selama pemerintahan Pahlavi, negara Iran memiliki pandangan menghina terhadap dirinya sendiri, tidak hanya dihadapan kekuatan dunia tetapi juga dihadapan para pejabat pemerintah. Tidak terpikir oleh orang-orang bahwa mereka dapat bangkit melawan Pahlavi dan kekuatan global. Imam Khomeini mengilhami kepercayaan ini pada rakyat,” catat sang Pemimpin Iran itu sebagaimana dikutip Khamenei.ir.

“Bangsa Iran sebelumnya menganggap pemerintahan lalim sebagai masalah alami. Imam Khomeini mengubah negara seperti itu menjadi negara yang menentukan jenis pemerintahan mereka sendiri. Tuntutan rakyat berkembang dari yang sepele, permintaan terbatas menjadi permintaan global yang besar,” tambah Ayatullah Khamenei.

“Imam Khomeini merevolusi pandangan orang tentang agama. Agama berkembang dari menjadi masalah pribadi terbatas pada doa dan puasa menjadi masalah untuk membangun peradaban, masyarakat dan manusia. Perubahan semacam itu bahkan dihasilkan dalam yurisprudensi,” kata Ayatollah Khamenei.

“Imam Khomeini membuat para pemimpin AS pada waktu itu mengakui bahwa Khomeini telah mempermalukan mereka. Imam Khomeini membuktikan bahwa kekuatan super dapat dihancurkan dan dipukuli. Anda melihat bagaimana Uni Soviet runtuh, dan Anda dapat melihat status AS hari ini,” katanya.

Baca Juga:

“Khomeini adalah seorang imam perubahan tetapi percaya semua ini berasal dari Tuhan. Ia melihat evolusi spiritual pemuda sebagai perbuatan Tuhan. Ia percaya pada ‘Kalian tidak melempar ketika kalian melempar, itu adalah Tuhan yang melempar’ (8 : 17). Ia mengatakan bahwa evolusi pemuda lebih besar daripada kekalahan Pahlavi,” kata Ayatollah Khamenei.

“Apa yang disaksikan di kota-kota AS hari ini adalah hasil dari kenyataan yang selalu dirahasiakan. Namun, hari ini ini telah terungkap yang mengarah pada aib pemerintah AS,” tegasnya.

“Kejahatan yang dilakukan terhadap pria kulit hitam ini adalah hal yang sama yang telah dilakukan pemerintah AS terhadap seluruh dunia. Mereka melakukan hal yang sama di Afghanistan, Irak, Suriah, Vietnam, dan banyak negara lain di dunia. Ini adalah sifat dan karakter pemerintah AS yang terekspos hari ini,” catatnya.

Baca Juga:

“Slogan rakyat #ICantBreathe, yang dapat didengar dalam protes besar-besaran di seluruh AS, adalah kata-kata sepenuh hati dari semua negara dimana AS telah melakukan banyak kekejaman disana” kata Ayatollah Khamenei, menambahkan, “Pemerintah AS dipermalukan karena dengan perilakunya sendiri. Wabah korona terjadi belakangan di AS daripada di negara lain, mereka mendapat keuntungan dari pengalaman negara lain, dan mereka (harusnya) bisa bersiap, tetapi mereka gagal mengelola Corona dengan baik karena korupsi pemerintah mereka”.

“Dalam berurusan dengan rakyatnya, pemerintah AS telah berperilaku paling buruk. Mereka membunuh orang dan mengklaim mereka mengadvokasi hak asasi manusia. Bukankah orang kulit hitam yang kalian  bunuh adalah manusia?” tanya Pemimpin Iran itu.

“Rakyat Amerika Serikat memiliki hak untuk merasa malu dan dipermalukan oleh pemerintah mereka, terutama pemerintah saat ini,” kata Ayatollah Khamenei lebih lanjut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: