NewsTicker

Bukannya Soroti Demo AS, PM Inggris Ribut soal Demo Hongkong

Bukannya Soroti Demo AS, PM Inggris Ribut soal Demo Hongkong Boris Johnson, PM Inggris

Inggris – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menunjukkan sikap bertolak belakang saat mengomentari protes Hongkong dan protes yang saat ini meluas di Amerika Serikat dan bahkan meluas hingga ke seluruh dunia, terkait rasisme.

“Inggris tidak akan meninggalkan orang-orang Hongkong jika China memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang akan bertentangan dengan kewajiban internasionalnya berdasarkan perjanjian tahun 1984”, kata Perdana Menteri Inggris tersebut dalam sebuah artikel panjang yang ia tulis di The Times of London, yang menyoroti secara khusus persoalan Hongkong. Dalam artikelnya itu, Johnson sama sekali tidak menyinggung apa yang saat ini terjadi di AS.

Baca Juga:

“Inggris mendesak China untuk membatalkan undang-undang keamanan nasional Hongkong yang katanya berisiko menghancurkan salah satu permata ekonomi Asia,” katanya, menambahkan, “Hongkong berhasil karena rakyatnya bebas”.

“Jika China melanjutkan, ini akan bertentangan langsung dengan kewajibannya di bawah deklarasi bersama, perjanjian yang mengikat secara hukum terdaftar dengan PBB. Banyak orang di Hongkong takut bahwa cara hidup mereka, yang dijanjikan China akan ditegakkan, berada di bawah ancaman,” ujar  Johnson lebih jauh.

Sementara itu, saat ditanya mengenai apa yang terjadi di AS, Johnson pada hari Rabu (03/06)  hanya mengatakan bahwa kematian George Floyd di AS tidak dapat dimaafkan, namun ia mengelak  untuk mengatakan apakah ia telah berbicara tentang masalah  ini dengan sekutunya Donald Trump.

“Saya pikir apa yang terjadi di AS mengerikan, tidak dapat dimaafkan,” kata Johnson kepada anggota parlemen di parlemen, dalam komentar publik pertamanya tentang kasus tersebut, sebelum kemudian justru mengeluarkan suara keberatan atas protes yang terjadi di AS.

“Kita semua melihatnya di layar kami dan saya sangat memahami hak orang untuk memprotes apa yang terjadi,” tambahnya, menekankan, “Jelas saya juga percaya bahwa protes harus dilakukan dengan cara yang sah dan masuk akal”.

Baca Juga:

Komentar Johnson ini menggemakan suara kepala polisi Inggris pada hari Rabu yang justru mengkritik demonstrasi di AS.

“Keadilan dan akuntabilitas harus diikuti. Kami juga terkejut melihat kekerasan dan kerusakan yang telah terjadi di banyak kota di AS sejak saat itu,” kata kepala polisi Inggris.

Sebelumnya, Menteri luar negeri Iran mengecam standar ganda Eropa dalam menanggapi aksi protes di berbagai belahan dunia, menyerukan Eropa yang memiliki kebiasaan nyaring mengeluarkan dukungan atas  demonstrasi di negara-negara non-Barat, agar mengakhiri kebungkaman mereka dihadapan “adegan-adegan brutal” yang dilakukan pihak pemerintahan Amerika terhadap para pendemo.

Dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya pada hari Selasa (02/06), Mohammad Javad Zarif menyoroti tindakan keras polisi terhadap para demonstran anti-rasisme dan pekerja media yang meliput peristiwa-peristiwa di AS.

“Kota-kota AS, “tulis Zarif, “adalah tempat adegan-adegan kebrutalan terhadap pengunjuk rasa dan pers” sebagai akibat dari tewas tercekiknya warga Afrika-Amerika yang tidak bersenjata, George Floyd, oleh seorang polisi kulit putih di Minneapolis pekan lalu.

“Eropa yang biasanya dengan cepat menjadi hakim & juri tentang masyarakat non-Barat, kini tetap diam membisu,” tambah menlu Iran tersebut. “Jika mereka ingin mengatupkan bibir sekarang, mereka harus selalu seperti itu selamanya”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: