NewsTicker

Suriah Kutuk Praktik ‘Terorisme Ekonomi’ AS

Suriah Kutuk Praktik 'Terorisme Ekonomi' AS Kantor Kementerian Luar Negeri Suriah

Damaskus  Suriah mengecam keras Amerika Serikat karena mempraktikkan ‘terorisme ekonomi,’ dengan menjatuhkan sanksi keuangan baru yang akan diberlakukan Washington pada bulan ini hingga meningkatkan penderitaan rakyat Suriah.

Pada hari Rabu, sumber yang tidak disebutkan namanya di Kementerian Luar Negeri Suriah dan Ekspatriat mengecam “Caesar Syria Civilian Protection Act” juga dikenal sebagai Caesar Act dan mulai berlaku pada pertengahan Juni – sebagai bentuk lain dari terorisme yang telah menumpahkan darah warga sipil Suriah dan merusak kehidupan mereka, kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan.

Baca Juga:

“Republik Arab Suriah mengutuk keras pengenaan sanksi lebih lanjut terhadapnya oleh pemerintah AS melalui Caesar Act. Sanksi tersebut didasarkan pada banyak kebohongan dan klaim palsu oleh pihak-pihak yang memusuhi negara Suriah. Ini termasuk dalam kerangka perang yang mereka nyatakan dengan menggunakan berbagai metode, termasuk terorisme, blokade ekonomi, tekanan politik dan kampanye kotor,” tambah sumber itu.

Dia juga menyoroti bahwa tindakan sanksi Caesar Act, yang bertujuan untuk memberikan sanksi kepada pihak mana pun yang membantu pemerintah Suriah, merupakan pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip paling mendasar dari hak asasi manusia dan hukum internasional.

Dengan memberlakukan pembatasan ini, pemerintah AS akan “memikul tanggung jawab utama atas penderitaan rakyat Suriah termasuk menyangkut mata pencaharian mereka,” tambah sumber itu.

Baca Juga:

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintahan Donald Trump, yang menekan orang Amerika untuk memajukan kebijakan rasialnya di samping hegemoni dan kesombongan di tingkat internasional, akan mengenakan sanksi keuangan baru pada warga Suriah dan merampas hak mereka untuk memperoleh apa yang diperlukan dalam menghadapi pandemi coronavirus pada saat dunia bersatu untuk menghadapi penyakit mematikan.

Sumber kementerian luar negeri mengatakan orang-orang Suriah akan menanggapi pembatasan keuangan baru dengan “upaya bersama untuk melindungi ekonomi nasional,” dan menekankan bahwa persatuan bangsa Suriah akan mengurangi dampak dari sanksi tersebut.

Sumber itu juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk berupaya menghapus semua sanksi tidak sah di Suriah, yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas global. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: