NewsTicker

Pendemo Anti-Rasisme Inggris Bentrok dengan Polisi di Depan Rumah Boris Johnson

Demonstran Inggris

Inggris – Pendemo anti-rasisme Inggris bentrok dengan polisi pada hari Sabtu (06/06) setelah ribuan orang berkumpul di London pusat untuk menyuarakan kemarahan mereka pada kebrutalan polisi setelah pembunuhan George Floyd di Minneapolis.

Setelah protes yang sebagian besar damai, sejumlah kecil pengunjuk rasa di dekat kediaman Downing Street milik Perdana Menteri Boris Johnson bentrok dengan petugas yang ditugaskan untuk memukul mundur kembali para pendemo dari kawasan tersebut.

Baca Juga:

“Satu petugas memerlukan perawatan di rumah sakit setelah jatuh dari kudanya, dan sembilan lainnya terluka,” kata polisi sebagaimana dikutip Reuters.

Polisi London mengatakan pada Sabtu malam bahwa mereka telah menangkap 14 orang dan memperkirakan jumlah itu akan meningkat.

Sebelumnya pada hari itu, lebih dari seribu pengunjuk rasa berdemo  melewati Kedutaan Besar AS di tepi selatan Sungai Thames.

Ribuan pengunjuk rasa juga berkerumun di alun-alun di luar Parlemen, memegang plakat “Black Lives Matter” dan mengabaikan saran pemerintah untuk menghindari pertemuan dalam jumlah besar karena risiko virus corona.

Baca Juga:

“Saya turun mendukung orang kulit hitam yang telah diperlakukan buruk selama bertahun-tahun. Ini saatnya untuk perubahan, ”kata seorang pengunjuk rasa, guru sekolah dasar berusia 39 tahun, Aisha Pemberton.

Pemrotes lain, spesialis IT Kena David, 32, mengatakan Inggris juga bersalah atas pelanggaran rasis. “Segala sesuatu yang kamu lihat di sekitarmu dibangun dari punggung tubuh hitam dan coklat”.

Protes pada hari Sabtu mencerminkan kemarahan global atas perlakuan polisi terhadap etnis minoritas, yang dipicu oleh pembunuhan Floyd, seorang warga kulit hitam Amerika pada tanggal 25 Mei, ketika seorang polisi kulit putih menekankan lututnya ke leher Floyd membuatnya tak bisa bernapas dan meninggal dunia.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota Inggris, Eropa dan Asia lainnya pada hari Sabtu, dimana puluhan ribu orang meneriakkan “Tidak ada keadilan maka tidak ada perdamaian,” dan “tidak untuk polisi rasis”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: