NewsTicker

Komite Nasional Yaman: PBB ‘Budak’ Arab Saudi

Komite Nasional Yaman: PBB 'Budak' Arab Saudi Krisis Pangan di Yaman

Yaman – Komisi nasional Yaman untuk Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mendesak badan dunia itu untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka menghapus koalisi militer Saudi dari daftar hitam para pembunuh anak-anak dan sebagai gantinya meminta agar PBB menyeret koalisi pelaku kejahatan tersebut ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, komisi Yaman mengecam langkah pro-Saudi baru-baru ini oleh PBB, menggambarkannya sebagai kegagalan besar bagi badan dunia itu dan prinsip-prinsip kemanusiaan mereka

Baca Juga:

“Keputusan PBB untuk mengabaikan pengakuan anggota koalisi yang dipimpin Saudi mengenai pembantaian anak-anak Yaman dan laporan hukum yang dikeluarkan oleh badan-badan PBB sendiri yang membuktikan keterlibatan koalisi dalam pembunuhan, kelaparan dan kekejaman terhadap anak-anak Yaman,” bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

“Keputusan itu adalah tanda “kasih” PBB atas kekejaman rezim Saudi dan sekutunya, membuka jalan bagi koalisi militer tersebut untuk melakukan lebih banyak kejahatan dengan impunitas dan mengabaikan hukum internasional”, tambah komisi itu.

Komisi menegaskan bahwa langkah itu membuktikan diskriminasi dalam pendekatan PBB terhadap hak-hak anak dan akan berdampak negatif pada pandangan generasi mendatang tentang sejarah dan peran PBB.

Komisi juga menegaskan bahwa keputusan itu akan merusak upaya utusan PBB untuk Yaman dalam mengakhiri konflik selama bertahun-tahun dan blokade mematikan anak-anak, menyerukan organisasi regional dan internasional untuk mendukung anak-anak Yaman dan melindungi hak-hak mereka dari  kekejaman Saudi.

Baca Juga:

Pada 15 Juni, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghapus koalisi pimpinan Saudi yang terlibat dalam kampanye militer yang kejam terhadap Yaman dari daftar hitam, beberapa tahun setelah kerajaan dimasukkan dalam daftar hitam karena membunuh dan melukai anak-anak di negara miskin itu.

Langkah ini memicu protes langsung dari kelompok-kelompok HAM di seluruh dunia.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan perang dahsyat di Yaman pada Maret 2015 untuk membawa mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Baca Juga:

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir.

Lebih dari setengah rumah sakit dan klinik Yaman telah dihancurkan atau ditutup selama perang oleh koalisi yang dipimpin Saudi, yang didukung secara militer oleh Inggris, AS dan negara-negara Barat lainnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: