NewsTicker

Serangan Rudal Yaman “Tamparan Keras” Houthi ke Saudi

Serangan Rudal Yaman Mohammed bin Salman dan Perang Yaman

Yaman, Arrahmahnews.com  Ada banyak orang yang menyadari, meskipun sedikit yang mengakui bahwa agresi Saudi terhadap Yaman gagal sejak minggu pertama kampanye. Ketika Arab Saudi bersama koalisinya memasuki perang dan diperhitungkan sebagai kekuatan besar, namun tidak dapat meraih satupun tujuan di minggu-minggu pertama, maka dinyatakan gagal. Apalagi perang yang telah berlangsung selama lebih dari 5 tahun tanpa pencapaian yang signifikan, mengingat miliaran dolar dihabiskan untuk persenjataan, media, tentara Saudi dan tentara bayarannya di Yaman.

Peristiwa Hari Ini

Arab Saudi baru-baru ini dikejutkan dengan operasi Balance of Detterance Yaman. Kata “deterrence” berarti menghentikan dan membatasi kelanjutannya. Ini berlaku untuk respons Yaman terhadap agresi pada tahun pertama dan kedua, tetapi baru-baru ini dan khususnya dua tahun terakhir, kinerja militer Yaman telah melampaui pencegahan (deterrence). Mulai dari pemboman bandara Abu Dhabi, UEA, hingga penargetan situs vital Saudi (Aramco) dengan rudal Quds dan Zulfiqar. Baru-baru ini, ibukota Riyadh juga menyaksikan dahsyatnya serangan rudal yang menunjukkan kemajuan kemampuan Yaman dalam merespons agresor.

Baca Juga:

Di Medan Perang

Kerajaan Saudi terpaksa mengakui serangan Yaman (Balance of Deterrence 4) yang disamarkan dengan ‘keberhasilan pencegatan rudal di ibukota Riyadh’. Tetapi apapun klaimnya, serangan ini memiliki hasil yang signifikan, bahwa rudal buatan Yaman mencapai jantung kerajaan. Rudal-rudal ini seolah-olah sedang piknik tanpa mengganggu (radar canggih AS) di sepanjang perjalanan. Ini layak mendapatkan pujian dan kemenangan dalam menaklukkan militer Saudi yang menelan biaya ratusan miliar dolar.

Ada orang-orang yang mencoba menghibur diri dengan mengatakan bahwa radar Amerika dan sistem intersepsi yang membantu militer Arab Saudi sengaja tidak mencegat rudal Yaman. Namun, pertanyaan utamanya adalah mengapa Washington membiarkan rudal Yaman mencapai jantung ibu kota Saudi selagi mereka mampu menghentikannya? Dan ketika Anda mengizinkannya, di mana sistem pertahanan Saudi berada? Di mana radar dan pemindai yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan Israel?.

Di Bidang Politik

Jelas bahwa sekutu Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman tidak lagi bersemangat untuk melanjutkan petualangan yang gagal. UEA telah mengundurkan diri dari permainan ini, beberapa bulan yang lalu dan fokus pada pelestarian ladang dan keuntungan ekonomi yang diperoleh di Yaman Selatan, khususnya Aden dan Pulau Socotra.

Baca Juga:

Adapun Amerika memerah Mohammed bin Salman.. Lebih dari 450 Milyar yang diberikan Riyadh kepada Trump selama kunjungannya ke Arab Saudi. Seharusnya harga untuk perawatan Pengeran Mahkota dan membantunya untuk mencapai takhta. Tetapi putra mahkota membutuhkan jasa Trump untuk menutupi penangkapan puluhan pangeran dan pengusaha, kemudian ia meminta bantuan untuk menutupi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang menguras banyak saldo di Washington. Kemudian peningkatan produksi minyak pada bulan lalu, yang membuat Trump marah sehingga memaksa MbS untuk melemparkan asistennya dari ruangan ketika nada Presiden AS naik di telepon.

Ini semua, membuat putra mahkota Saudi menghabiskan waktunya dengan lobi-lobi Amerika tentang masalah-masalah dan petualangan-petualangan yang tidak dipertimbangkan dengan baik, hingga menemukan dirinya sekarang dalam posisi kritis dalam menghadapi respons Yaman, yang dengan cepat menuju tren peningkatan.

Baca Juga:

Pembantaian orang-orang Yaman bukan pencapaian, apalagi prestasi bagi Riyadh. Sementara blokade tidak manusiawi dari jutaan warga sipil yang tidak bersalah tidak akan meyakinkan sekutu Saudi bahwa kemenangan akan dicapai di lapangan. Dengan demikian ia tidak akan dapat mengandalkan tentara yang mandul dan tentara bayarannya yang tidak akan berjuang secara gratis.

Pepatah mengatakan bahwa “mengakui Kesalahan adalah suatu kebajikan”, namun setelah operasi Balance of Detterance 4, tampaknya tidak ada banyak pilihan di meja Saudi, dan Mohammed bin Salman mungkin segera menerima saran dari Amerika dan sekutu, bahwa lebih baik untuk mengakui secara terbuka, bukan karena kesalahan … tetapi karena kegagalan. (ARN)

Sumber: Alalamtv.net

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: