NewsTicker

Hamas-Jihad Islam Kompak Siap Perang Lawan Israel

Hamas-Jihad Islam Kompak Siap Perang Lawan Israel Warga Gaza membawa Bendera Palestina

Palestina, Arrahmahnews.com  Perwakilan Hamas dan Jihad Islam pada Hari Sabtu (27/06) kemarin mengeluarkan pernyataan bersama setelah melakukan pertemuan yang membahas perkembangan politik, “rencana aneksasi” Israel, situasi umum di Yerusalem dan Tepi Barat, tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, blokade Gaza dan pembunuhan warga Palestina di pos-pos pemeriksaan oleh Tentara Israel.

Surat kabar Palestina al-Quds pada Sabtu sore (27/06) melaporkan bahwa militer bersenjata dari beberapa organisasi yang bermarkas di Gaza telah mulai mengambil langkah-langkah di lapangan untuk  menanggapi setiap langkah Israel yang akan mengimplementasikan rencana aneksasi pada awal Juli nanti.

Baca Juga:

Sumber yang dekat dengan Jihad Islam Palestina mengatakan bahwa sudah ada koordinasi penuh antara organisasi itu, Hamas, serta faksi-faksi Palestina lain mengenai langkah-langkah yang akan diambil, baik secara politik maupun di lapangan, terhadap rencana Aneksasi Israel.

“Pasukan perlawanan Palestina siap untuk melawan serangan Israel terhadap rakyat Palestina, dan untuk meningkatkan tingkat kerjasama dan koordinasi di antara mereka, sehingga rencana melawan wilayah Palestina dan nilai-nilai suci tidak bisa dilakukan,” bunyi pernyataan bersama antara kedua kelompok perlawanan Palestina itu setelah pertemuan.

Pernyataan itu menyatakan bahwa dukungan penuh diberikan kepada semua langkah yang harus diambil di tingkat nasional terhadap rencana aneksasi kolonial di Tepi Barat, Yerusalem dan tanah yang diduduki pada tahun 1948.

Baca Juga:

Hamas dan Jihad Islam mendesak warga Palestina untuk meningkatkan tingkat partisipasi mereka dalam gerakan massa menentang rencana aneksasi ini, dimana warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza sudah mulai bereaksi terhadap rencana “aneksasi” Israel dengan demonstrasi di berbagai wilayah.

Israel berencana untuk “mencaplok” wilayah di Tepi Barat

Dalam apa yang disebut Kesepakatan Abad Ini yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu pada tanggal 28 Januari di Gedung Putih,  permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat diakui sebagai “tanah” Israel ” dan memberi  pemerintahan Tel Aviv wewenang untuk mempertahankan dominasinya atas wilayah Palestina tersebut, termasuk juga Lembah Yordan.

Komisi gabungan yang terdiri dari pejabat Amerika Serikat dan Israel kemudian memulai proses pemetaan di Tepi Barat untuk “pencaplokan” wilayah-wilayah yang dipersoalkan, mengikuti apa yang disebut Kesepakatan Abad ini Trump.

Menurut perjanjian koalisi yang ditandatangani oleh Netanyahu dan pemimpin Aliansi Biru-Putih Benny Gantz, Perdana Menteri Israel akan dapat mengajukan proporsal “aneksasi” pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Lembah Jordan ke kabinet atau parlemen mulai 1 Juli. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: