NewsTicker

Pasukan Yaman Cetak Kemenangan Besar di Bayda dan Ma’rib

Pasukan Yaman Cetak Kemenangan Besar di Bayda dan Ma’ribPasukan Yaman Cetak Kemenangan Besar di Bayda dan Ma’rib Tentara Yaman di atas kendaraan musuh

Yaman, Arrahmahnews.com Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa pasukan negara itu, di dukung oleh pejuang sekutu dari Komite Populer, telah berhasil merebut kendali atas sejumlah besar wilayah di provinsi tengah al-Bayda dan Ma’rib, menyusul bentrokan sengit dengan milisi bayaran Saudi yang setia kepada mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Yaman, Sana’a, pada Senin sore, Brigadir Jenderal Yahya Saree menyoroti bahwa 400 kilometer persegi tanah di kedua provinsi telah dibebaskan selama operasi tersebut.

Baca Juga:

Ia mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman berhasil sepenuhnya menguasai distrik Radman al-Awad dan Qaniyah di provinsi Bayda, dan merebut kembali wilayah luas di distrik al-Abdiyah di Ma’rib.

Pejabat senior militer Yaman mencatat bahwa tentara bayaran Saudi berusaha melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap pasukan tentara Yaman dan sekutu mereka di distrik Radman al-Awad, tetapi sebaliknya menderita kerugian dramatis baik dalam hal personel maupun perangkat keras militer mereka.

Saree menyoroti bahwa komandan milisi Saudi itu, Yasser al-Awadi, bahkan telah memasukkan para  anggota kelompok teroris Daesh dan al-Qaeda di dalam barisan pasukannya.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasukan militer dan pejuang sekutu dari Komite Populer Yaman memulai operasi serangan mereka setelah milisi bayaran Saudi itu melancarkan serangan demi serangan yang secara serius mengancam kehidupan penduduk setempat.

Baca Juga:

Saree mencatat bahwa koalisi pimpinan Saudi memberi Awadi dan pasukan milisinya sejumlah besar uang dan amunisi, selain dukungan serangan udara.

“Tentara bayaran Arab Saudi juga mendirikan sebuah gudang untuk pembuatan alat peledak guna menargetkan angkatan bersenjata Yaman, pejuang komite populer dan pasukan keamanan di provinsi Bayda”, kata Saree.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman menggarisbawahi bahwa lusinan tentara bayaran tewas atau terluka dalam beberapa jam pertama operasi. Sejumlah besar anggota milisi bayaran Saudi juga melarikan diri dari daerah itu, meninggalkan sejumlah besar senjata dan amunisi, yang kemudian menjadi sitaan.

“Pasukan Yaman berhasil menyerang posisi tentara bayaran Saudi meskipun dihujani serangan udara  oleh koalisi agresi. Pasukan kita, dengan bantuan Allah, mampu mengamankan wilayah yang luas, termasuk distrik Qaniyah, setelah tentara bayaran melarikan diri pasca kekalahan pahit mereka”, kata Saree.

Ia menyimpulkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan terus melaksanakan tugas-tugas penting guna melindungi negara mereka.

Baca Juga:

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang menghancurkan Yaman dimulai pada Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan kepada sekutu mereka, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang melarikan diri dari negara itu menuju Riyadh.

Proyek data lokasi dan peristiwa konflik bersenjata yang bermarkas di Amerika Serikat (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir.

Lebih dari setengah rumah sakit dan klinik Yaman telah dihancurkan atau ditutup selama perang oleh koalisi yang dipimpin Saudi, yang didukung secara militer oleh Inggris, AS dan negara-negara Barat lainnya tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: