News Ticker

Pasukan Populer Irak; Wahabi Dibalik Serangan Teror di Brussels

Rabu, 23 Maret 2016

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Pasukan populer Irak, yang dikenal dengan Hashd al-Shaabi, mengutuk serangan teroris di Brussels, dan mengatakan satu-satunya cara untuk menghentikan serangan serupa agar tidak terjadi lagi adalah dengan melawan Arab Saudi dan ideologi Takfiri Wahhabisme. [Baca juga; Teror Bom Brussels, Konsekuensi Pahit Dukung Terorisme]

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (23/03), gerakan perlawanan berkata, “serangan teror yang sedang berlangsung di seluruh dunia berakar dari ideologi yang sedang dibina dan didukung oleh negara-negara tertentu. Negara-negara ini menggunakannya untuk agenda politik dan ekonomi mereka sendiri”.

Pernyataan itu menambahkan, “Kunci dalam memerangi terorisme adalah dengan melawan Arab Saudi dan melenyapkan ideologi Wahhabisme. Hal ini juga harus dilakukan terhadap Turki, karena dukungan negara itu kepada ISIS”. [Baca juga; SORRY FOR BRUSSELS]

Setidaknya 36 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan bom di ibukota Belgia pada Selasa kemarin. Serangan yang diklaim oleh ISIS menargetkan bandara dengan sepasang ledakan bunuh diri, kemudian membom kereta bawah tanah di stasiun Maelbeek, dekat markas Uni Eropa.

Tampaknya ada tiga pembom di Bandara Brussels, dua dari mereka tewas sebagai pelaku bom bunuh diri, dan yang lainnya meninggalkan bom-paku di bandara. Dia masih buron, dan otoritas Belgia masih mencarinya. [Baca juga; Teror Bom Brussels, Konsekuensi Pahit Dukung Terorisme]

Serangan paling mematikan terjadi satu jam setelah pemboman bandara. Namun, seorang pria melepaskan tembakan di sebuah kereta bawah tanah sebelum meledakkan bom, yang menewaskan lebih dari 20 orang. Para pejabat mengatakan mereka menggunakan senapan Kalashnikov dari hasil olah TKP.

Brussels telah berada di bawah situasi mencakam, dengan penutupan bandara, penutupan semua transportasi umum, sekolah-sekolah dan universitas diliburkan. Sistem kereta Eurostar, meskipun tidak menjadi target serangan, juga telah ditutup setelah serangan.

Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan berpergian ke Brussels sejak peristiwa pemboman. Ketakutan akan serangan ISIS lebih menyebar jauh melampaui Brussels. [Baca juga; Ramalan Erdogan Tentang Bom Brsussels Terwujud, Benarkah Sebuah Kebetulan?]

Serangan yang tampaknya terkoordinasi di Brussels datang hanya sehari setelah Jan Jambon, menteri dalam negeri Belgia, memperingatkan bahwa para jihadis bisa melakukan serangan balik setelah penangkapan minggu terakhir Salah Abdeslam, pemimpin yang diduga menjadi otak serangan teror di Paris pada bulan November tahun lalu.

Operasi teroris terus berlanjut di berbagai belahan dunia, menunjukkan bahwa terorisme dan ekstremisme merupakan ancaman umum untuk seluruh dunia, dan menunjukkan kebutuhan untuk konfrontasi yang terintegrasi dan komprehensif terhadap fenomena terorisme serta menghentikan mereka yang secara politik, ideologis dan finansial mendukung terorisme.  [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: