News Ticker

Gabung Cyber ISIS, Wanita Asal Georgia Dihukum 5 Tahun

Gabung Cyber ISIS, Wanita Asal Georgia Dihukum 5 Tahun Grup Cyber Teroris ISIS

GEORGIA – Catatan pengadilan federal menunjukkan bahwa seorang wanita di wilayah Augusta, Georgia, sebuah negara bagian Amerika, mengaku bersalah telah berkonspirasi untuk memberikan dukungan materi dan sumber daya kepada ISIS dimana karenanya ia harus menghadapi hukuman lima tahun penjara serta denda 250.000 dolar.

Departemen Kehakiman mengumumkan penangkapan Kim Anh Vo pada bulan Maret lalu, mengatakan ia ditangkap di Hephzibah, yang terletak sekitar 14 mil barat daya Augusta.

Baca: Wanita ISIS Asal Indoneisa Tewas dalam Keadaan Hamil di Suriah

Vo adalah setidaknya orang kedua di Tenggara yang akan dituntut tahun ini karena mendukung ISIS. Sebelumnya pada hari Kamis, Departemen Kehakiman mengumumkan dakwaan terhadap Romeo Xavier Langhorne, 30 tahun, dari Roanoke. Ia didakwa berusaha memberikan dukungan materi dan sumber daya kepada teroris ISIS. Langhorne, menurut Departemen Kehakiman, berusaha membantu penganut ISIS untuk mempersenjatai diri dengan bahan peledak mematikan sebagai bagian dari terorisme.

Menurut laporan media Atlanta, AJC news pada Selasa (10/12), setelah menandatangani kesepakatan pembelaan pada bulan Juni, Vo mengatakan kepada hakim federal di New York bahwa ia bergabung dan direkrut untuk United Cyber Caliphate, sebuah grup online yang telah bersumpah setia kepada ISIS.

Baca: Pengadilan Irak Jatuhi Hukuman Mati Terhadap Wanita Jerman Anggota ISIS

Pejabat Departemen Kehakiman mengatakan bahwa kelompok dan subkelompok ini telah menyebarkan “daftar pembunuhan” online, yang menargetkan tentara AS serta pekerja Departemen Luar Negeri AS.

Satu daftar seperti itu dari April 2016 menargetkan sekitar 3.600 orang di wilayah Kota New York dan diberi label “Kami Ingin mereka mati.

Dua tahun lalu, kelompok itu memposting daftar pembunuhan lain dengan nama lebih dari 8.000 orang dan tautan ke video yang mengatakan: “Kami memiliki pesan kepada orang-orang AS, dan, yang paling penting, Presiden Trump Anda: Ketahuilah bahwa kami terus berperang melawan Anda.” Video itu juga berisi penggambaran seorang pria yang dipenggal kepalanya.

Baca: Kisah Tragis Shemli, Wanita yang Menjadi Budak Seks ISIS

Menurut Departemen Kehakiman, Vo berusaha merekrut orang lain untuk bergabung dengan ISIS dan membantunya dalam upaya peretasan,. Di antara mereka adalah seorang anak kecil yang tinggal di Norwegia. Vo diduga merekrut anak itu untuk membuat video online untuk mengancam kelompok nirlaba yang berbasis di New York City karena kelompok nirlaba itu melawan promosi ideologi ekstremis.

“Saat berusia 16 tahun, saya banyak menggunakan media sosial, dan saya setuju bersama dengan yang lain untuk melakukan tindakan melawan Amerika Serikat dengan bergabung dengan grup online yang disebut United Cyber Caliphate, yang merupakan kelompok yang berjanji setia kepada ISIS,” ujar Vo kepada Hakim Pengadilan Distrik AS Naomi Reice Buchwald, yang akhir bulan lalu menetapkan tanggal hukuman Vo, sebagaimana dikutip AJC, Selasa (10/12).

“Dan saya mendukung United Cyber Caliphate dengan merekrut, menerjemahkan, dan mengedit pesan yang mereka posting online. Saya tahu ketika saya melakukan ini bahwa itu sangat salah dan sangat illegal,” tambahnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: