News Ticker

Trump Beri Wewenang Militer AS Bunuh Soleimani sejak Juni

Trump Beri Wewenang Militer AS Bunuh Soleimani sejak Juni Demo Kutuk Pembunuhan Qassem Soleimani

Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah memberi wewenang kepada militer Amerika untuk membunuh jenderal top Iran Qassem Soleimani tujuh bulan lalu, bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa ia memerintahkan pembunuhan itu karena sang jenderal menimbulkan ancaman yang akan segera terjadi.

NBC News melaporkan pada hari Senin (13/01), mengutip lima pejabat pemerintah saat ini dan mantan pejabat senior mengatakan bahwa Otorisasi Trump pada bulan Juni diberikan dengan syarat bahwa ialah yang akan memberi persetujuan akhir pada setiap operasi spesifik untuk membunuh Soleimani.

Baca: Bertentangan dengan Trump, Menhan AS: Soleimani Tak Rencanakan Serang 4 Kedubes Amerika

Para pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mendesak Trump menandatangani sebuah operasi untuk membunuh Soleimani setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS yang telah melanggar wilayah udara Iran pada bulan Juni.

“Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga ingin Trump mengesahkan pembunuhan atas insiden itu,” kata para pejabat.

Baca: Trump Jalankan Skema Israel di Timur Tengah Secara Membabi Buta

Namun Trump menolak opsi itu, menurut salah satu sumber, yang mengatakan bahwa pesan presiden adalah “itu hanya dilakukan jika mereka menyerang orang Amerika.”

Pejabat keamanan nasional Trump telah saling bertentangan beberapa kali mengenai alasan pembunuhan itu. Klaim bahwa Soleimani merencanakan “serangan segera” terhadap AS telah disambut dengan kecurigaan dan skeptisisme yang luas di AS.

Baca: Benang Merah Upaya Kudeta Iran dan Jatuhnya Pesawat Ukraina

“Gagasan membunuh Soleimani juga muncul dalam diskusi pada 2017 bahwa penasihat keamanan nasional Trump pada saat itu, H.R. McMaster, merencanakannya bersama penasihat senior lainnya,” kata para pejabat.

Rencana untuk membunuh Soleimani adalah bagian dari kampanye “tekanan maksimum” Trump terhadap Iran dan “bukan sesuatu yang dianggap sebagai langkah pertama,” kata seorang mantan pejabat senior pemerintahan yang terlibat dalam diskusi. (ARN)

Ikuti Update berita klik Join Telegram ArrahmahNews

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: