NewsTicker

Pentagon: 34 Tentara AS Gegar Otak dalam Serangan Rudal Iran

Evakuasi Militer AS

Washington  Pentagon mengatakan bahwa lusinan tentara AS terluka dalam serangan rudal pembalasan Iran pada awal bulan ini kendatipun pernyataan awal Washington membantah adanya korban.

Pentagon pada hari Jumat (24/01) mengatakan 34 tentara didiagnosis cedera otak traumatis setelah serangan Iran pada 8 Januari. Mereka menderita gegar otak.

“Total tiga puluh empat anggota telah didiagnosis menderita gegar otak dan TBI (cedera otak traumatis),” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, kepada wartawan dalam konferensi pers di Pentagon, Washington, DC.

Baca Juga:

Hoffman mengatakan bahwa delapan tentara yang terluka yang sebelumnya diangkut ke Jerman telah dipindahkan ke Amerika Serikat, tetapi sembilan darinya masih tetap di sana.

“Mereka akan terus menerima perawatan di Amerika Serikat, baik di Walter Reed (rumah sakit militer dekat Washington) atau di pangkalannya,” katanya.

Sembilan korban lainnya “masih menjalani evaluasi dan perawatan di sana (Jerman),” tambahnya.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembakkan peluru kendali balistik ke Ain al-Asad, pangkalan udara terbesar yang menampung sekitar 1.500 tentara AS, dan pos militer lainnya di Erbil, ibukota semi-otonom Kurdistan, Irak.

Serangan rudal itu sebagai tanggapan atas pembunuhan atas Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang Pemimpin Pasukan Quds.

Pembunuhan itu juga mengakibatkan kematian Abu Mahdi al-Muhandis, yang merupakan komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU).

Baca Juga:

Berbicara pada pagi hari setelah operasi militer Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam”.

“Kami tidak menderita korban, semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami,” tambahnya.

Pentagon pada awalnya juga mengesampingkan korban dari serangan itu.

Namun, bukti-bukti menunjukkan bahwa AS berbohong tentang serangan Iran di pangkalannya di Irak, karena kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih luas daripada yang dikatakan para pejabat Amerika. Dan Pentagon baru saja mengakui setidaknya ada 34 tentara menderita gegar otak.

Perkembangan ini menandai laporan terbaru dalam serangkaian laporan baru-baru ini yang merongrong klaim awal AS yang meremehkan korban dan kerusakan setelah serangan rudal pembalasan Iran. Laporan dan gambar satelit secara bertahap mengungkapkan kerusakan “luas” di pangkalan itu. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arramahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: