NewsTicker

IRGC: Era Kehadiran AS di Teluk Persia Segera Berakhir

Iran – Wakil komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Yadollah Javani menyatakan bahwa “era kehadiran AS” di Teluk Persia akan segera berakhir. Ia menekankan bahwa Iran dan negara-negara lain di kawasan sudah sangat mampu memastikan keamanan Teluk, dan karenanya kehadiran militer Amerika tidak lagi diperlukan.

“Negara-negara kawasan dapat menciptakan sendiri keamanan berkelanjutan di kawasan melalui sinergi (antara mereka) dan tanpa AS”, kata Javani sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (25/05).

Wakil komandan IRGC itu selanjutnya mencatat bahwa AS tidak lagi dapat dianggap sekuat dulu, sementara Iran telah sangat meningkatkan posisi dan kekuatan regionalnya.

“Republik Islam sekarang merupakan kekuatan regional yang mapan dan berubah menjadi kekuatan global. Hari ini, AS tidak lagi sekuat masa lalu dan tidak bisa memaksakan kehendaknya pada pihak lain,” tambahnya.

Baca: Latihan Pasukan Elit AS di Teluk Persia, Pesan Kuat Washington ke Tehran

Pernyataan itu muncul setelah pasukan angkatan laut AS melakukan serangkaian latihan amunisi langsung di Teluk Persia pekan lalu antara 19 dan 21 Mei. Washington dengan demikian mengabaikan protes Teheran terhadap penyelenggaraan latihan seperti itu dan sebaliknya memperingatkan kapal-kapal Iran agar tidak mendekati kawasan latihan perangnya. Bulan lalu, beberapa speedboat Iran “melecehkan” kapal perusak Amerika.

Baca: Sindiran Pedas Dubes Iran ke AS: Ancaman Kosong Trump Cegat Tanker Iran ke Venezuela

Amerika Serikat telah memicu ketegangan dengan Iran sejak Mei 2018 ketika Presiden Donald Trump menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memberlakukan kembali sanksi keras terhadap Republik Islam yang mengundang kritik global.

Ketegangan tersebut meningkat tajam pada peringatan pertama keluarnya Washington dari kesepakatan itu ketika AS bergerak untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperketat sanksi minyaknya dan membangun kehadiran militer di kawasan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: