NewsTicker

Video: Aksi Brutal Polisi AS Cekik Pria Kulit Hitam Sampai Mati

Polisi Amerika Serikat

Amerika Serikat – Rekaman seorang pria kulit hitam yang dicekik sampai mati oleh seorang petugas kepolisian Minneapolis di Amerika Serikat telah memicu kemarahan online dan protes jalanan atas apa yang digambarkan sebagai hukuman mati tanpa pengadilan atas seorang pria kulit hitam tak bersenjata oleh polisi bersenjata.

Reaksi terhadap pembunuhan ini sekarang memicu reaksi lebih luas tentang mengapa insiden ini terjadi dan bagaimana tindak lanjut kejahatan tersebut sangat mirip dengan ketika warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel.

Baca Juga:

Sekitar pukul 8, pada Senin pagi, petugas kepolisian Minneapolis dipanggil ke toko Cup Foods di blok 3700 Chicago Avenue South. Tersangka adalah seorang pria kulit hitam, bernama George Floyd, yang diduga berusaha menggunakan dokumen palsu.

Juru bicara kepolisian John Elders mengklaim bahwa George Floyd telah menentang penangkapan dan kemudian mengatakan, “Para petugas kemudian berhasil memborgol tersangka dan kemudian petugas menyadari bahwa orang itu sedang dalam kesulitan medis”.

Namun, klaim “kesulitan medis,” yang dikatakan polisi menjadi penyebab kematian George Floyd diragukan.

Rekaman video 10 menit yang diambil oleh pejalan kaki dan dirilis ke Facebook pada hari itu Selasa (26/05), menunjukkan bagaimana orang yang diduga “penjahat” itu memang menjadi korban kebrutalan polisi.

Baca Juga:

Video tersebut memperlihatkan seorang petugas, yang diduga diidentifikasi sebagai Derek Chauvin (nomor lencana: # 1087), menekan lututnya ke leher korban selama setidaknya tujuh menit hingga  korban berteriak, “Saya tidak bisa bernapas” dan “leher saya sakit,” sambil memohon untuk menyelamatkan hidupnya.

Orang-orang yang lewat bahkan juga berteriak pada tiga petugas polisi itu karena ketika korban pingsan,  lutut petugas masih menekan kuat leher korban.

Para petugas yang terlibat sekarang telah diberikan cuti berbayar dan FBI telah dipanggil untuk menangani situasi tersebut, yang oleh banyak pakar dikatakan bahwa turun tangannya pihak FBI mungkin berkaitan dengan reaksi terhadap kasus ini. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: