NewsTicker

Demo Kematian George Floyd Menyebar ke Berbagai Wilayah AS

People walk in front of burning cars during a demonstration against the death in Minneapolis police custody of African-American man George Floyd, in Minneapolis, Minnesota, U.S., May 29, 2020. REUTERS/Carlos Barria ORG XMIT: MEX

Amerika Serikat – Protes massa atas pembunuhan polisi terhadap seorang warga Afrika-Amerika di Minneapolis kini mulai menyebar ke kota-kota di seluruh AS, beberapa jam setelah petugas kulit putih yang secara brutal menginjak leher George Floyd dan tidak memperdulikan permintaan tolong warga kulit hitam yang tak bisa bernapas itu, ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan.

Demonstrasi besar-besaran diadakan pada hari Jumat di berbagai kota termasuk New York, Atlanta, Detroit, Denver, Houston dan Washington, DC, di tengah meluasnya kemarahan atas kematian Floyd dan warga kulit hitam Amerika lainnya di tangan polisi.

Ribuan pengunjuk rasa menyerbu perimeter Barclays Center di kota New York Brooklyn. Polisi melakukan sejumlah penangkapan dalam demonstrasi besar-besaran itu, memasukkan demonstran yang diborgol ke dalam bus kota.

Baca: Buntut Demo Kematian George Floyd, Walikota Minneapolis Tetapkan Jam Malam

Demonstrasi “Kami tak bisa bernafas” juga diadakan di Manhattan, wilayah terkaya di New York, para demonstran mendesak dibuatnya membuat undang-undang yang melarang praktik “chokehold” polisi, praktik yang digunakan oleh seorang perwira polisi kota dalam kematian Eric Garner tahun 2014, yang juga berkulit hitam .

Pembunuhan brutal Floyd mengangkat kembali kasus kematian Garner setelah ia ditahan dengan chokehold oleh seorang polisi kulit putih, meskipun berulang kali mengatakan kepada petugas, “Saya tidak bisa bernapas.”

Di Washington, DC, protes di luar Gedung Putih sempat menyebabkan gedung itu dikunci. Diperkirakan 2.000 pengunjuk rasa bergerak ke Trump International Hotel dan berdemonstrasi di sana.

Beberapa pengunjuk rasa mengatakan cuitan Presiden Donald Trump yang menyebut para demonstran Minneapolis sebagai PREMAN telah mengipasi api. “Kami adalah manusia yang menginginkan keadilan bagi rakyat kami,” kata Anzhane Laine.

Baca: Komentar Pedas Khamenei Soal Kematian George Floyd

Sekelompok demonstran membakar bendera AS di Los Angeles, California. Dalam sebuah video di media sosial, seorang demonstran terlihat memegang bendera saat yang lain membakarnya.

Demonstrasi di Atlanta, kota terbesar di Georgia, berubah menjadi kacau dan terkadang penuh kekerasan. Kebakaran terjadi di pusat kota Atlanta di dekat CNN Center.

Ratusan orang di Detroit bergabung dengan “March Against Police Brutality.” Banyak yang meneriakkan, “Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian.” Beberapa membawa poster bertuliskan, “Akhiri kebrutalan polisi” dan “Aku tidak akan berhenti berteriak sampai semua orang bisa bernapas.”

Protes hari kedua berlangsung di Denver pada Kamis malam setelah ratusan orang berpawai dengan damai melalui pusat kota menuntut keadilan bagi Floyd. Polisi Denver menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan setelah mobil yang diparkir dirusak. Ada 13 penangkapan terkait protes tersebut.

Baca: Video: Polisi Tangkap Reporter CNN Berkulit Hitam saat Siaran Langsung Demo Kematian George Floyd

Ratusan pemrotes berkumpul pada hari Jumat di Houston, Texas. Mereka meneriakkan, “Aku tidak bisa bernapas,” dan “Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian.”

Ribuan pengunjuk rasa berbaris untuk malam keempat pada hari Jumat melalui pusat kota Minneapolis, kota terbesar di Minnesota, menentang jam malam jam 8 malam yang diberlakukan oleh walikota untuk mencoba membendung demonstrasi.

Sekitar 500 demonstran pada Jumat malam bentrok dengan polisi anti huru hara di luar kantor polisi Third Precinct yang dibakar oleh para pemrotes malam sebelumnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: