NewsTicker

Gedung Putih Lockdown Pasca Diserbu Pendemo Kematian George Floyd

Amerika Serikat – Status Gedung Putih sempat ditetapkan lockdown setelah diserbu para demonstran yang berkumpul di luar gedung untuk memprotes kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah seorang diperlakukan secara brutal oleh perwira polisi kulit putih.

Dinas Rahasia AS (Secret Service) yang merupakan pasukan pengamanan presiden Amerika Serikat, memerintahkan lockdown pada Jumat malam ketika lebih dari 100 orang berkumpul di luar gerbang gedung, dengan laporan pendemo juga membakar beberapa bendera Amerika.

“Langkah itu diambil ketika belasan wartawan masih berada di Gedung Putih,” lapor NBC News.

Baca: Demo Kematian George Floyd Menyebar ke Berbagai Wilayah AS

Presiden Donald Trump dikabarkan tengah berada di ruang kerjanya di Gedung Putih ketika demonstrasi berlangsung.

Ribuan demonstran terlihat memegang berbagai slogan, beberapa bertuliskan “Berhenti Membunuh Kami” dan “Apakah Saya Selanjutnya?” atau “AM I NEXT?”.

Puluhan petugas pasukan pengamanan presiden berbaris menyusun barikade demi mengamankan akses keluar masuk Gedung Putih dari para pengunjuk rasa. Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas bersikap agresif dan terlibat bentrok dengan massa.

Baca: Buntut Demo Kematian George Floyd, Walikota Minneapolis Tetapkan Jam Malam

Dalam demo terpisah di ibukota AS, lebih dari 2.000 pendemo bergerak ke Trump International Hotel, meneriakkan “kami tidak bisa bernafas” dan “tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian” dengan membawa berbagai plakat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: