NewsTicker

Iran ke Bahrain: Keamanan Kawasan Tak Bisa Dicapai dengan “Patuh” AS

Iran ke Bahrain: Keamanan Kawasan Tak Bisa Dicapai dengan “Patuh” AS Jubir Kemenlu Iran, Abbas Mousavi

Iran, Arrahmahnews.com – Juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran mengecam pernyataan bersama Amerika Serikat dan Bahrain baru-baru ini tentang perpanjangan larangan senjata PBB terhadap Tehran, mengatakan bahwa keamanan kawasan tidak bisa dijamin dengan menjadi “patuh” kepada AS.

“Keamanan regional tidak dapat dibeli dari luar dan tidak akan dijamin dengan menjadi “taat” ke Amerika,” ujar Sayed Abbas Mousavi pada hari Selasa (30/06).

Baca Juga:

Pernyataan itu muncul setelah AS dan Bahrain mengadakan pembicaraan pada hari Senin dan mengeluarkan pernyataan bersama, menyerukan perpanjangan embargo senjata PBB terhadap Iran.

“Menyadari ancaman serius yang ditimbulkan oleh transfer senjata Iran di kawasan secara luas dan di Bahrain secara khusus, Amerika Serikat dan Bahrain menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran sebelum (saatnya) berakhir. Embargo adalah alat penting untuk melawan proliferasi senjata Iran kepada proksi-proksinya. (Embargo) ini mempromosikan stabilitas regional yang lebih besar dan menuntut Iran bertanggung jawab atas tindakannya,” bunyi pernyataan itu.

Juru bicara Iran kemudian lebih lanjut mengatakan bahwa sikap Bahrain yang menyuarakan dukungan kepada negara-negara yang senjata mereka telah membunuh perempuan dan anak-anak Yaman selama lebih dari lima tahun, agar memperpanjang embargo atas Iran, adalah sebuah “ironi yang pahit”.

Baca Juga:

Mosavi juga mengecam negara-negara tertentu di kawasan karena mereka secara membabi buta patuh kepada AS yang merupakan manifestasi dari “penindasan” dan “ketidakadilan” di dunia. Ia mengatakan, “Satu-satunya cara untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan adalah mengubah perilaku bermusuhan dan bergerak menuju kerja sama regional”.

Sebagai salah satu pencapaian dari kesepakatan nuklir 2015 antara Tehran dan kekuatan dunia, yang disahkan oleh Resolusi 2231, embargo senjata PBB terhadap Republik Islam Iran akan dicabut pada Oktober 2020. Namun, AS berusaha mencegah pencabutan embargo tersebut meskipun mereka bukan lagi mitra JCPOA setelah menarik diri dari kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi nuklir terhadap Iran yang telah dicabut sesuai kesepakatan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: