News Ticker

Prancis: Sanksi AS atas Iran dan Rusia Ilegal

Kamis, 27 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, PARIS – Prancis menyatakan keraguan negara itu atas legitimasi sanksi baru AS terhadap Iran dan Rusia, dengan mengatakan bahwa sanksi itu tidak sesuai dengan hukum internasional karena jangkauan ekstrateritorial mereka.

Kementerian luar negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (26/07) bahwa undang-undang Prancis dan Eropa perlu disesuaikan dengan tanggapan terhadap sanksi baru tersebut, yang masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Kementerian tersebut juga meminta diskusi di tingkat Uni Eropa karena dampak potensial sanksi tersebut terhadap warga dan perusahaan Eropa.

Pada hari Selasa, Dewan Perwakilan Rakyat AS memilih untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, Rusia dan Korea Utara.

RUU tersebut mencakup sanksi terhadap Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dngan tuduhan mendukung terorisme, yang dibantah keras Teheran, dan kepada Korea Utara, atas tes rudalnya.

RUU tersebut juga bertujuan untuk menghukum Moskow atas dugaan pretasan dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 dan penyatuan kembali Crimea dengan Federasi Rusia.

Uni Eropa sebelumnya telah memperingatkan Washington terhadap sanksi baru tersebut, karena khawatir hal itu akan mempengaruhi kesepakatan energi dengan Rusia.

Dalam pesan yang jelas kepada Trump, Presiden Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa blok tersebut akan bertindak “dalam beberapa hari” jika pemerintah Trump gagal meyakinkan sekutu Eropanya tentang potensi dampak sanksi terhadap kepentingan mereka.

“Amerika tidak boleh menyepelekan kepentingan Eropa ,” tambahnya.

Uni Eropa khawatir bahwa tindakan hukuman baru tersebut mungkin akan memukul perusahaan-perusahaan Eropa yang terlibat dalam proyek pipa Nord Stream 2, yang akan digunakan untuk membawa gas alam dari Rusia ke Jerman.

Jerman juga telah menentang langkah-langkah terbaru AS ini, yang mereka sebut sebagai langkah yang “tidak dapat diterima” yang sepertinya hanya “melayani kepentingan kebijakan industri AS.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: