NewsTicker

Bantah AS, China: Tuduhan Virus Corona Bocor dari Lab Wuhan Sepenuhnya Palsu

China – Direktur Institut Virologi Wuhan menampik tuduhan AS yang mengklaim bahwa pandemi virus corona baru berasal dari laboratorium China, mengutuk tuduhan itu sepenuhnya palsu.

Wang Yanyi mengatakan kepada China Global Television Network (CGTN) pada hari Senin (25/05) bahwa laboratorium ini pertama kali mendapatkan sampel virus mematikan pada akhir tahun 2019 ketika sudah menyebar di seluruh dunia, menolak rumor yang tidak berdasar dan teori konspirasi bahwa virus corona mungkin bocor dari institute tersebut.

“Ini adalah fabrikasi murni. Lembaga kami pertama kali menerima sampel klinis pneumonia yang tidak diketahui pada 30 Desember tahun lalu. Setelah kami memeriksa patogen dalam sampel, kami menemukan itu mengandung virus corona baru, yang sekarang disebut SARS-CoV-2, “Kata Wang.

Baca: Kesal Dituduh Militer AS Pembawa Corona ke Wuhan, AS Panggil Dubes China

Ia lebih lanjut menekankan bahwa laboratorium tidak memiliki pengetahuan tentang virus corona sebelum wabah, menambahkan bahwa tim mereka tidak pernah “menemukan, meneliti atau menyimpan virus tersebut.”

“Faktanya, seperti orang lain, kami bahkan tidak tahu jika virus itu ada,” kata Wang. “Bagaimana itu bisa bocor dari lab kami ketika kita bahkan tidak pernah memilikinya?”

Virus baru, penyakit pernapasan yang dikenal sebagai COVID-19, muncul di kota Wuhan di China tengah di Provinsi Hubei pada Desember tahun lalu, kemudian secara bertahap mempengaruhi seluruh dunia.

Sejak patogen mirip flu itu muncul di Wuhan pada akhir Desember, Beijing dan Washington berselisih mengenai penyebaran virus dan asalnya, yang semakin meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Baca: Heboh! Pasca Kritik Pompeo, Dubes China untuk Israel Ditemukan Tewas

Presiden AS Donald Trump terus menyebut novel virus corona sebagai virus China. Beijing membalas dengan menyebut bahwa militer AS membawa virus itu ke Wuhan dan menjadi biang kerok wabah. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: