News Ticker

Israel Klaim Lakukan Uji Coba Sistem Pembawa Rudal Nuklir untuk Takuti Iran

ISRAEL – Militer Israel dilaporkan telah melakukan uji coba sistem propulsi yang digunakan untuk membawa rudal berkemampuan nuklir dan lainnya, dimana media entitas pendudukan itu mengklaim uji coba tersebut sebagai “unjuk kekuatan yang ditujukan pada Iran.”

“Tes tersebut dilakukan di Palmachim Airbase di selatan Tel Aviv pada hari Jumat (06/12),” lapor saluran televisi Israel i24 News.

“Militer melakukan uji peluncuran beberapa menit yang lalu dari sistem motor roket,” kata Kementerian Urusan Militer Israel dalam sebuah pernyataan yang ditayangkan saluran itu.

Baca: IAEA Tolak Klaim Israel Iran Miliki Gudang Nuklir Rahasia

“Tes dijadwalkan sebelumnya dan dilakukan sesuai rencana,” tambah pernyataan tersebut.

Sistem yang terlibat, tambahnya, dapat digunakan untuk membawa rudal pencegat, seperti Arrow 3, “atau menyerang rudal seperti Jericho 3, yang dikatakan memiliki jangkauan 2.000 kilometer, yang mampu membawa hulu ledak nuklir.”

Rekaman yang ditayangkan oleh i24 menunjukkan jejak putih mengarah ke langit di atas wilayah Tel Aviv yang lebih besar setelah dugaan tes, di mana, kata saluran itu, warga belum “diperingatkan sebelumnya.” Tes yang dilaporkan juga mengganggu pola normal lepas landas dan mendarat di bandara Ben Gurion.

Koresponden televisi Jonathan Regev mengatakan sistem propulsi dapat membawa proyektil yang sesuai “bahkan di atas atmosfer.”

Baca: 2 Tahanan Palestina yang Mogok Makan di Penjara Israel Derita Sakit Parah

Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, dan memilih untuk tidak mengkonfirmasi atau menyangkal memiliki senjata atom. Namun, mantan presiden AS Jimmy Carter dan berbagai surat kabar serta laporan media terkemuka telah memverifikasi kepemilikan senjata-senjata non-konvensional oleh rejim tersebut. Perkiraan menunjukkan bahwa rezim Israel saat ini memiliki 200 hingga 400 hulu ledak atom.

Rezim ini juga diyakini memiliki kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklirnya dalam sejumlah metode, termasuk dengan pesawat terbang, dengan rudal jelajah yang diluncurkan kapal selam, dan seri rudal balistik jarak menengah sampai antar benua.

Amerika Serikat, sekutu terbesar Israel, selalu melakukan veto terhadap langkah-langkah PBB yang berusaha meminta rezim itu untuk bertanggung jawab atas berbagai tindakan seriusnya, termasuk penolakan untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Pada bulan November, Washington dan Tel Aviv menghindari Konferensi tentang Pembentukan Zona Timur Tengah yang Bebas dari Senjata Nuklir dan Senjata Senjata Pemusnah Massal Lainnya di sesi pertama di Markas Besar PBB di New York.

Berbicara di konferensi itu, utusan Iran untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi, menyebut keduanya sebagai hambatan utama untuk membersihkan kawasan dari senjata nuklir. “Kebijakan dan tindakan mereka yang tidak bertanggung jawab untuk memperbanyak WMD seharusnya tidak diterima masyarakat internasional,” tambahnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: