NewsTicker

Brigade Al-Qassam ke Israel: Aneksasi Berarti Deklarasi Perang

Brigade Al-Qassam ke Israel: Aneksasi Berarti Deklarasi Perang Logo Sayap Militer Hamas

Palestina, Arrahmahnews.com Brigade Ezzeddine Al-Qassam, sayap militer Hamas, menekankan penolakan mereka terhadap rencana Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah pendudukan Palestina, bersumpah untuk melawan rencana itu dengan tegas.

Juru bicara militer untuk Brigade Al-Qassam, Abu ‘Obeida, mengatakan dalam sebuah pidato pada Hari Kamis (26/06), bahwa perlawanan Palestina menganggap keputusan untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat dan Lembah Yordan sebagai “deklarasi perang terhadap rakyat Palestina”.

Baca Juga:

Abu Obeida, berjanji dalam pesan video bahwa mereka akan tetap menjadi “penjaga setia dalam membela rakyat Palestina dan tanah serta tempat suci mereka”.

“Gerakan Perlawanan akan menjadi penjaga setia bagi rakyat, tanahnya dan kesuciannya, dan akan membuat musuh menggigit jari karena penyesalan atas keputusan berdosa ini”.

Pada tanggal 1 Juli, tanggal yang diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mendeklarasikan kedaulatan Israel atas Tepi Barat dan Lembah Jordan, semakin dekat, daerah tersebut kini telah memasuki kondisi ketidakpastian.

Netanyahu membuat pengumuman bulan lalu setelah pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini“.

Baca Juga:

Para pejabat Palestina mengatakan bahwa di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40% dari Tepi Barat, termasuk semua Yerusalem Timur.

Sementara itu secara terpisah, juru bicara Hamas mengatakan bahwa mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Tel Aviv adalah salah satu prioritas utama mereka. Israel bersikeras menolak pembebasan warga Palestina yang dituduh “membunuh warga Israel”.

Pada April 2016, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menangkap empat tentara Israel tanpa mengungkap identitas mereka kecuali Oron Shaul, seorang tentara Israel yang hilang sejak konflik 2014 di Gaza. Israel, sebaliknya, menahan sekitar 5.000 warga Palestina, termasuk 180 anak-anak dan 700 pasien. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: