NewsTicker

Meski Akui Dirinya Pembela Israel, PM Inggris Tolak Rencana Aneksasi

Meski Akui Dirinya Pembela Israel, PM Inggris Tolak Rencana Aneksasi Boris Johnson

Inggris, ARRAHMAHNEWS.COM – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Rabu (01/07) memperingatkan entitas Zionis Israel agar tidak melanjutkan rencana untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat dan Lembah Jordan, menyebut rencana itu ilegal dan melawan kepentingan Tel Aviv sendiri.

“Saya seorang pembela Israel yang bersemangat,” tulisnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam bahasa Ibrani di halaman depan harian terlaris Israel, Yediot Aharonot.

BACA JUGA:

“Karenanya saya mengikuti proposal untuk mencaplok wilayah Palestina ini dengan kesedihan,” tambahnya, “Saya takut proposal ini akan gagal dalam tujuannya mengamankan perbatasan Israel dan akan bertentangan dengan kepentingan jangka panjang Israel sendiri”.

Pemerintah koalisi Israel telah menyetujui tanggal 1 Juli sebagai tanggal dimulainya penerapan rencana Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, yang membuka jalan bagi aneksasi permukiman Tepi Barat dan Lembah Jordan.

BACA JUGA:

“Aneksai ini akan menggambarkan pelanggaran hukum internasional,” tulis Johnson, menambahkan bahwa hal itu juga akan membahayakan “kemajuan yang telah dibuat Israel dalam meningkatkan hubungan dengan dunia Arab dan Muslim.

“Saya masih percaya satu-satunya cara untuk mencapai keamanan yang benar dan langgeng bagi Israel, tanah air bagi orang-orang Yahudi, adalah melalui solusi yang memungkinkan keadilan dan keamanan bagi Israel dan Palestina,” tulis Johnson. “Saya menolak untuk percaya bahwa ini tidak mungkin,” tambahnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: