News Ticker

Bela Anies, Wahyu Sutono ‘Semprot’ Aa Gym

Bela Anies, Wahyu Sutono 'Semprot' Aa Gym Aa Gym dan Anies Baswedan

Jakarta – Pegiat medsos Wahyu Sutono dalam akun facebooknya membuat sebuah satire yang sangat pedas ditujukan kepada Aa Gym (Abdullah Gymnastiar), berikut ulasannya:

Sungguhlah sangat beruntung dan bahagianya kelak di akhirat bagi siapa pun ia yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Betapa tidak, bila ia kerap dibully seperti Anies Baswedan karena kinerjanya jauh dari harapan warganya, maka ia akan panen pahala, dan semua dosa-dosanya otomatis akan digugurkan.

Baca: Sentilan Pedas Mendagri ke Anies: Penataan Kota Jakarta Semrawut

Terima kasih untuk saudaraku Gymnastiar, ustadz yang selalu memberikan pencerahan yang luar biasa untuk politik ibukota, walau tidak tinggal di Jakarta. Selain beliau tetap mengajak para umat meningkatkan keimanan, serta agar makin apik dalam memanaj qolbu.

Itu sebabnya pula, mengapa sejak dulu penulis begitu mengagumi dai yang satu ini. Sebab sangat berbeda sekali dengan dai-dai lainnya yang mungkin belum bisa realistis melihat apa yang terjadi di Jakarta selama ini.

Oleh karena itu, bisa dibayangkan bila Anies saja kelak akan berlimpah atau panen pahala, padahal hanya sekedar dibully. Apalah lagi Jokowi dan Djarot, mungkin bisa seperti panen raya yang berlimpah ruah pahalanya.

Baca: Yusuf Muhammad: “Aib Anggaran Anies” Sinteron Murahan Tempo dan Anies Baswedan

Baiklah, penulis tidak membahas Basuki Tjahaja Purnama, karena memang tidak seiman dengan saudaraku Gymnastiar. Tapi tengok saja seperti apa perlakuan masyarakat yang anti Jokowi padahal sesama Muslim. Mereka bukan hanya merundung (bully), tapi lebih dari itu perlakuannya.

Berbagai caci maki, hinaan, fitnah, dan hal yang paling buruk seperti mengancam akan membunuh hingga kini begitu mudah dan ringannya mereka lontarkan. Begitupun yang menimpa pada diri Djarot, yang bahkan di masjid pun harus diusir oleh sesama muslim.

Padahal konon katanya kita membutuhkan sosok pemimpin yang ucap lampahnya baik, tidak kasar, dan itu jelas sudah dicontohkan oleh sosok Jokowi dan Djarot yang santun, pekerja keras, sarat prestasi, dan tidak pernah nyalahin pihak lain. Selain keduanya jelas-jelas sosok yang sangat rajin ibadahnya.

Baca: Jawaban Telak Ahok ke Anies: Sistem e-Budgeting Baik Jika Tak Ada Niat Maling

“Belajar dari realitas politik ini, maka bisa diambil kesimpulan bahwa orang yang dirundung bisa masuk surga, dan sebaliknya orang yang merundung akan masuk neraka, siapapun ia termasuk penulis, juga ustadz sekalipun. Karena kita semua memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata Allah.”

Artinya bahwa yang judulnya masih manusia, ia tidak boleh melakukan perbuatan buruk, termasuk dengki, dan munafik. Namun kita harus menghormati sesamanya, terlebih lagi bila ia seorang pemimpin. Apalagi bila pemimpin itu berkinerja luar biasa. Bukan yang hanya pandai beretorika dan pandai membuat cuitan nyinyir di Twitter semata. “Sebuah perenungan”. Salam Islam yang Rahmatan Lil Alamin. (ARN)

Ikuti Update berita ArrahmahNews melalui link Telegram, Klik Join https://t.me/arrahmahnews

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: