NewsTicker

Wahyu Sutono Jawab Analogi “Sesat” Said Didu Nyinyir Pidato Jokowi

Wahyu Sutono Jawab Analogi Cuitan Said Didu

Jakarta, Arrahmahnews.com – Cuitan Muhammad Said Didu di akun twitter @msaid_didu pada tanggal 28 Juni 2020 yang membuat sebuah analogi tidak pas saat menyikapi pidato presiden Joko Widodo depan para menterinya: “Jika banya  tdk lulus ujian biasanya gurunya yg salah. Jika tukang banyak yg salah dlm pekerjaan biasanya yg salah adalah mandornya.

Pegiat medsos Wahyu Sutono membalas analogi keliru cuitan Said Didu di akun Facebooknya, menurut Wahyu, Jika ada pimpinan marah2 krn banyak anak buahnya yg tidak bisa kerja, kira2 yg salah siapa?”. Cuitan Said Didu yang membuat sebuah analogi yang keliru bahkan menyesatkan terkait pidato presiden Joko Widodo marah di depan para menterinya.

Baca Juga:

Wahai pecatan yang selalu gagal paham dalam melihat realitas, dan jadul cara berfikirnya, hingga hanya bisa nyinyir tanpa pernah berkontribusi nyata untuk negara.

Tak heran kalau Anda harus dipecat karena yang kerja lebih banyak mulutnya ketimbang yang semestinya. Ya seperti halnya rombongan pecatan lainnya yang dulu cuma bikin gaduh atau nggak bisa kerja, tapi saat dipecat pada sakit hati, lalu mulutnya jadi pada sibuk nyinyir yang sama sekali tiada isi.

Baca baik-baik ya tuan Didu: “Jika banyak murid yang tak lulus ujian, biasanya gurunya yang salah, itu bisa saja benar, walau nyaris nggak ada dalam satu sekolah yang tidak lulus itu lebih banyak ketimbang yang lulusnya”.

Biasanya yang tidak lulus itu hanya satu dua orang saja, itu pun karena muridnya bandel, malas, lebih banyak ngomongnya, ketimbang rajin belajarnya. Sangat mungkin juga karena kerap korupsi waktu dengan cara bolos atau kabur saat jam belajar berlangsung.

Baca Juga:

Tapi yang lebih parah itu kalau sudah bisa lulus sekolah yang tinggi dan tinggiiiii sekali, tapi tak bisa kerja. Nah itu bukan salah mandornya bro.

Kalau mandor marah, itu artinya karena sang mandor justru sangat tahu dan paham akan pekerjaannya, dan selalu mengawasi kinerja serta hasilnya. Jadi kalau ada ‘Tukang’ yang salah atau tidak sesuai perintah mandor seperti halnya Anda, wajar saja mandor marah dan memintanya untuk memperbaiki kinerja. Kalau juga tak berubah, ya dipecat..!

Memangnya tugas mandor itu hanya duduk manis terus nunggu laporan yang baik-baik saja? ABS gitu maksudnya? Ingat bro, proses hukum masih berlanjut lo. Itu akibat mulutmu yang nggak bisa dijaga. Bukan karena kinerja yang mentereng.. halloooo.. ah dipanggil Polisi aja sempat nggak datang kan? Segitunya masih mau sok kritis.. Didu oh Didu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: