News Ticker

Denny Siregar dan Siasat Pemerintah Sikat Kelompok Anti Pancasila-NKRI

Jum’at, 13 Mei 2016

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Tokoh Medsos Denny Siregar kali ini menjelaskan tentang siasat pemerintah dalam menghadapi kelompok anti Pancasila dan NKRI yang menghembuskan propaganda bahaya PKI. Simak tulisannya:

Saya sempat bertanya-tanya, ada apa pemerintah melalui Kemenhan dan Polri dengan tiba-tiba sibuk membahas PKI yang sebenarnya sudah lama mati? (Baca juga: Denny Siregar Bongkar Siasat Culas Kelompok Pemakar NKRI)

Saya kira tidak sebodoh itu pemerintah mengeluarkan statemen-statemen yang cenderung kontra-produktif apalagi itu datang dari kementrian dan institusi pemerintahan. Jika pemerintah tidak bodoh, lalu ada apa sebenarnya?

Sesudah ngobrol panjang dengan seorang teman dan bergelas-gelas kopi terhidang, maka sepakatlah kami bahwa semua itu hanya skenario untuk menghajar ormas yang menolak ideologi Pancasila seperti Hizbut Tahrir Indonesia.

Lho, apa hubungannya PKI ma HTI? (Baca juga: Gerakan Anti-Pancasila Ancaman Indonesia dan NU)

Mari kita bedah sebentar saja.. silahkan diminum kopinya.

Salah satu kelicikan ormas-ormas model HTI ini adalah mereka selalu membawa nama Islam. Nama ‘Islam” dijadikan benteng perlindungan yang kuat ketika mereka “dihajar” langsung oleh pemerintah. Contoh yang kuat terjadi ketika pemerintah Mesir memghajar kelompok Ikhwanul Muslimin. IM langsung berteriak-teriak bahwa pemrerintah menghancurkan Islam dan berteriak HAM ke dunia internasional. Teriakan IM ini memancing para fanatik agama untuk turun kelapangan membela IM karena mereka membela “Islam”. Dan kita tahu, Mesir sempat chaos berbulan-bulan. (Baca juga: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Jika kejadian seperti di Mesir, tentu bahaya bagi Indonesia yang sedang mengundang banyak investor asing. Kita sedang butuh uang dan chaos jelas bukan sebuah pilihan. Lalu bagaimana cara terbaik?

Bahayanya memang, sekarang ini sedamg dibangun paradigma bahwa “Islam” dimusuhi. Propaganda menghancurkan karakter Densus 88 dengan selalu menargetkan Islam dan Islam diasosiasikan teroris. Isu-isu tenaga kerja china, investasi china sampai ke etnis Cina terus dibangun, supaya ketika mereka dihajar oleh pemerintah, otomatis akan berkobar “Islam” VS Cina. Dan pemerintah sudah dikuasai oleh Cina. (Baca juga: Menjaga NKRI Dari Makar Gerakan Khilafah)

Nah, kita sudah sampai pada titik itu sehingga rentan ketika mereka dihajar begitu saja. Oke, kalau begitu supaya jangan ter-image bahwa “Islam” dimusuhi, maka dicarilah pembanding dan penyeimbang. Dibangkitkanlah setan dalam kubur bernama PKI sebagai penyeimbang, dengan begitu pemerintah tidak selalu menyasar “Islam” tetapi juga Komunis. (Baca juga: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Benar saja, tidak lama sesudah setan itu dibangkitkan kembali, Mendagri langsung merespon bahwa ormas yang tidak berideologi Pancasila, harus dibubarkan.

Maka bingunglah HTI keti!ka mereka tidak bisa menyerang pemerintah dengan membawa nama “Islam”, toh pemerintah juga menghajar Komunis. Lalu, apa yang harus diteriakkan? Mereka-pun lalu berkelit bahwa yang dimaksud khilafah bukan mengganti ideologi Pancasila dan bla bla lainnya. Ngeles-lah ceritanya. (Baca juga: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia)

Tapi sia-sia mereka sudah digiring ke sudut sempit ring dan tidak bisa bergerak, apalagi membesar. Banser pun maju dan menghalangi gerak langkah mereka dengan mencabuti spanduk khilafah, sekaligus menantang siapa yang ingin menjadikan negara ini khilafah maka akan berhadapan langsung dengam banser NU.

Maka yang ada mereka mau tidak mau mengibarkan (disensor) pink sebagai tanda menyerah dan harus membubarkam diri atau harus mengakui Pancasila sebagai ideologi negara dan hormat bendera.

Menarik kan?

Pasti menarik, ketika ideologi dilawan dengan ideologi lagi bukan dengan kekerasan fisik. Inilah cara Indonesia melawan radikalisme berbalut khilafah di negeri ini, halus tapi mematikan.

Benar kata Ahok..

Jokowi ini kalau membunuh katak tidak langsung menembaknya. Tetapi menaruhnya dulu di panci berisi air dingin supaya dia nyaman, kemudian nyalakan api kecil di bawah panci dan tunggu saja sampai dia tidak sadar sudah terjebak dan mati tanpa menyadari dimana letak salah langkahnya sehingga harus skak mat. (Baca juga: #DennySiregar dan Jurus ‘Mabuk’ Jokowi Pusingkan Lawan dan Kawan)

Saya menonton sambil minum kopi aja nikmat, pasti pemain-nya lebih menikmati lagi sambil seruput ditemani mendung di sore hari. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: