News Ticker

Saeni Ternyata Orang Kaya, Benarkah?

MENGAPA KITA MEMBELA BU SAENI?

Jum’at, 17 Juni 2016,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Bulan suci Ramadhan adalah bukan penuh hikmah dan kasih sayang, namun hal itu tidak tampak dari Satpol PP Serang yang lakukan razia di warung ibu Saeni, padahal sebagai umat yang toleran seharusnya tidak terjadi hal itu, semua saling menjaga tanpa harus mendzalimi yang lain. Tokoh media sosial Ahmad Zainul Muttaqin tidak lupa keluarkan kritikan tajamnya tentang masalah ini, dan yang lebih parah lagi para kelompok dan media radikal dengan serta merta memberitakan berita-berita yang menyudutkan Ibu Saeni, tu hanyalah alasan tak terbukti yang ingin menutupi perda Intoleran yang dibuat oleh kelompok-kelompok Sok Islam, berikut tulisannya:

MENGAPA KITA MEMBELA BU SAENI?

Mereka berkata apa sih gunanya membela Bu Saeni, seorang ibu pedagang warteg aja dibela setengah mati. Masih banyak orang miskin lain yang perlu perhatian.

Sini saya kasih tau ya nduk, membela Bu Saeni itu bukan cuma membela seorang pedagang warteg, tapi ia adalah simbol korban kezaliman sebuah golongan akibat pola pikir jumud dan agama yang diperalat.

Anda pikir yang saya suarakan mengenai penutupan warung itu untuk apa? Hanya untuk membela seorang pedagang warteg? Anda pikir uang ratusan juta yang mengalir dari masyarakat untuk Bu Saeni itu untuk apa? Hanya gagah-gagahan dan cari sensasi? Tidak! Ini adalah SIMBOL PERLAWANAN MASYARAKAT. (Baca juga: Beda Serang dan AHOK ‘Tak Ada Razia Warung di DKI’)

Tak perduli apakah ia seorang Saeni atau siapapun. Ini adalah simbol bahwa masyarakat sudah muak dengan penindasan yang mengatasnamakan agama. Mereka sudah muak dengan sikap segolongan manusia yang menjadikan agama dan dalih ‘kondusifitas ibadah mayoritas’ untuk berlaku sewenang-wenang pada kelompok yang lain. Ironis memang, jika dulu Islam di awal kemunculannya menjadi simbol perlawanan pada kezaliman, kini Islam justru dijadikan alat dan dalih untuk arogansi dan penindasan.

Bisa jadi Bu Saeni sendiri hari ini berkata “Wah, saya ga nyesel kena sweeping makanan saya dirampas, wong saya dapat sumbangan banyak setelah itu. Kalo bisa tiap hari aja begini.”.

Saya jawab, benar Bu Saeni, sudah sunnatullah orang tertindas pada akhirnya akan bahagia. Sudah sumpah-Nya bahwa doa orang teraniaya tak berhijab dari-Nya. Doa orang teraniaya amat berbahaya karena ia mampu menembus langit ke-7 melebihi kecepatan Buraq sekalipun. Dan bahkan dalam Qur’an sendiri Allah sudah bersumpah bahwa Dia akan menjadikan kalangan yang dulunya terzalimi yang kelak akan mengambil-alih kekuasaan dunia dari para zalimin nan arogan. Bukankah ini bukti luar biasanya keberpihakan Tuhan pada orang terzalimi. Dunia saja Dia beri, lalu anda bertanya kok bisa-bisanya Tuhan memberi uang ratusan juta hanya pada seorang pedagang warteg yang dagangannya dirampas? Ketahuilah, itu kecil bagi Tuhan!

Saya jawab lagi, benar bu Saeni, kalo bisa setiap hari saja terjadi peristiwa begini biar masyarakat melihat betapa diperalatnya agama mereka untuk arogansi. Semakin banyak kasus seperti ini semakin kuat suara penolakan, dan semakin para pemeralat agama itu tahu bahwa mereka akan semakin mendapat gelombang penolakan dari semakin terbukanya pola pikir masyarakat.

Yang lucu kemarin saya baca, kalangan pendukung perda ini doyan sekali menyebar berita Hoax dari situs yang itu-itu juga (yang sudah terkenal Hoaxnya) bahwa Bu Saeni sebenarnya orang kaya, tinggal di rumah mewah, punya banyak warteg dan suaminya adalah seorang bandar judi. Lucunya saya sudah konfirmasi pada kawan saya yang tinggal di Serang dan tinggal hanya beberapa kilo dari warung ibu itu bahwa itu semua dusta. Ibu itu memang miskin, dan hanya punya satu warung dan itupun mengontrak. Suaminya bukan bandar judi dan ia tak punya rumah apalagi rumah mewah.

Komentar saya, tidak cukupkah dzalimmu yang kemarin itu wahai para cheerleaders Kaum dzalimin sehingga hari ini ibu itu kau fitnah lagi? Tidak cukupkah kau sudah tidak menyumbang lalu kau mendengki uang sumbangan yang mengalir pada ibu itu? Dan rasanya memang tidak heran karena rata-rata orang-orang ini juga para pemakan setia Hoax yang kemarin-kemarin dari situs-situs fasiq semacam pos-metro, pkspiyungan dll.

Lalu apa urusan saya dengan Bu Saeni? Tidak ada! Urusanku adalah dengan kalian para jumud pemeralat agama. Semua pemeralat agama akan saya tentang baik yang sekelas ultra radikal seperti ISIS maupun pemeralat agama ‘recehan’ sekelas Satpol PP yang merampas jualan Bu Saeni kemarin.

Prinsip saya jelas, mau Bu Saeni atau siapapun korbannya, selama kalian terus memperalat agama maka selama itu pula kita akan terus berkonfrontasi. Sekian. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

Iklan

4 Comments on Saeni Ternyata Orang Kaya, Benarkah?

  1. Mudah ditebak, ini kelakuan siapa.
    Ayolah, kapan berperang dengan mereka kaum dajjal.

  2. Ada berita yg menyebar seperti virus bahwa ibu Saeni memiliki rumah mewah dan mengelola 3 atau 4 waring tega. Salah satu stasion TV (MNC News atau iNews, lupa) sdh mengecek & meliput langsung rumah Saeni. Walaupun rumah tembok, tetapi sangat kumuh dg plafon langit2 dan atap rumah sudah bolong-bolong. Isu memiliki tiga warteg lain juga tidak benar, warteg yg dirazia adalah satu-satunya warteg Saeni. Ditampilkan juga seseorang yg mengaku tetangga Saeni dan mengucapkan kata-kata yg isinya persis isi berita bohong ini. Mungkin orang ini merupakan sumber berita bohong tsb. Memprihatinkan sekali, berita bohong ini sudah menyebar ke-mana2, terbukti dari hasil google kalimat berikut: “Ternyata ibu saeni bukan orang miskin”. Harus ada bantahan atau penjelasan resmi dari semua pihak yang sudah menyumbang ibu Saeni.

  3. KTP GW Buat AHOk hOk hok,,

    cherss and bir, salam anker bir

  4. arogansi yang mengatas namakan agama , akan berbahaya bagi agamanya itu sendiri,

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Saeni Ternyata Orang Kaya, Benarkah? | Arrahmah
  2. Saeni Ternyata Orang Kaya, Benarkah? | ISLAM NKRI
  3. Saeni Ternyata Punya Tiga Cabang Warteg, Benarkah? | VOA ISLAM NEWS
  4. Saeni Ternyata Punya Tiga Cabang Warteg, Benarkah? | ISLAM NKRI

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: