News Ticker

Beda Pandangan Felix Siauw dan Prof Quraish Shihab Terkait Ucapan Selamat Natal

Rabu, 20 Desember 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Beda pandangan Felix Siauw dan Prof Quraish Shihab terkait ucapan selamat Natal.

Provokasi berbahaya menjelang perayaan natal 25 Desember 2017 oleh Felix siauw yang membahas soal ucapan Natal dan ada tudingan-tudingan yang sangat berbahaya.

Baca: Soal Bendera Rasulullah, Propaganda Bohong HTI dan ISIS

Ini statementnya beserta videonya.

“Setiap kali menjelang bulan desember, senantiasa umat Islam dituding sebagai umat yang tidak bertoleransi beragama. Apalagi ketika masuk penghujung desember dimana seolah-olah kaum muslimin yang dianggap bertoleransi itu harus mengucapkan selamat kepada hari raya agama yang lain.” (Felix Siauw)

“Jadi tidak dikatakan toleransi apabila anda menuduh kaum muslim yang tidak mau mengucapkan selamat natal sebagai intoleran. justru ini juga sebagai bentuk intoleransi itu sendiri” (Felix Siauw)

Dua video ini adalah potongan dari video utuh yang bisa di tonton.

Saya sengaja ambil video point pentingnya saja, kalau isi video yang lain itu adalah ajaran versi Felix Siauw yang sudah dibantah oleh banyak ulama hebat, bukan oleh seorang mualaf kemarin sore lalu sudah seenaknya bicara seolah-olah dia wakil dari umat Islam.

Baca: Dunia Terkejut Melihat Tradisi Natal di Suriah

Saya jadi membahas tudingan Felix Siauw ke umat Nasrani karena dari statementnya itu sangat berbahaya dan bisa memprovokasi segelintir orang yang kebetulan beragama Islam yang tidak paham dan percaya saja ucapan Felix.

Kalau hanya tudingan Felix pribadi ke umat Nasrani, saya tidak akan komentar, biarkan umat Nasrani seandainya mau pidanakan dia, tapi karena Felix bicara menggunakan kata umat Islam, jadi perlu saya komentari.

Kata Felix, setiap kali bulan desember umat Islam dituding sebagai umat yang tidak bertoleransi. Artinya apa? setiap tahun saya sebagai salah satu umat Islam dituding oleh umat Nasrani sebagai umat yang tidak bertoleransi. Saya katakan pada Felix bahwa saya tidak pernah merasakan tudingan itu dan saya yakin tidak ada umat Nasrani menuding seperti itu. Saya lahir dan besar di daerah mayoritas Nasrani, saya bergaul dan saya tau tidak ada tudingan seperti itu, dan tidak berkurang iman saya walaupun saya setiap tahun dan setiap saat mendengarkan dan melihat mereka beribadat.

Jadi siapa yang menuding? Karena bahasan ini adalah membahas natal, jelas tujuannya adalah umat Nasrani yang dituduh melakukan tudingan ini terhadap umat Islam. Ini jelas provokasi! apalagi Felix mengatakan setiap kali bulan desember, artinya tiap tahun itu terjadi!

Tidak pernah ada yang menuding seperti itu. Ini jelas penghinaan dan bentuk provokasi kepada umat Islam dan Umat Nasrani. Kalau ada segelintir umat Islam yang menganggap benar umat Nasrani berkata begitu, ini bisa jadi masalah. Orang ini berbahaya..

Felix mau sok tau soal agama Nasrani, saya tidak peduli karena dia akan berhadapan dengan umat Nasrani secara hukum. Tapi karena membawa-bawa nama umat Islam ini tentu berbahaya. Apalagi di Video kedua, begitu jelas menguatkan video pertama, Felix mengatakan “Jadi tidak dikatakan toleransi apabila anda menuduh kaum muslim yang tidak mau mengucapkan selamat natal sebagai intoleran. justru ini juga sebagai bentuk intoleransi itu sendiri”

Jelas Felix menuduh kaum Nasrani mengatakan apabila kaum muslim yang tidak mau mengucapkan selamat natal sebagai Intoleran. Ini jelas harus dibuktikan oleh Felix Siauw ada umat Nasrani yang mengatakan seperti itu setiap tahun. Kalau tidak, jelas ini bentuk provokasi.

Baca: Ikut Nabi atau Ikut Khilafah HTI ala ISIS dan Al-Qaeda?

Semoga saja tidak ada umat Islam yang terprovokasi dengan statement Felix Siauw ini dan Felix berharap saja umat Nasrani tidak ada yang mempermasalahkan hal ini ke jalur hukum.

Kalau Felix berkelit yang menuduh itu bukan umat Nasrani, lalu siapa? padahal anda membicarakan soal Natal.

Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.

Berikut penjelasan dari Prfo Quraish Shihab terkait ucapan Natal:

Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu boleh. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik. Ini tidak mungkin menurut beliau, tidak mungkin teman-teman saya dari umat Kristiani datang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri terus dilarang gitu.

Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat.

Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkan Natal itu artinya kelahiran. Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan boleh atau tidak? Boleh. Ya toh? Boleh.

Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat Kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya.

Baca: Alwi Shihab: Jangan Gunakan Teks Keagamaan Untuk Politik

Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa-basi.

Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti. Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak. Orang yang dikhawatirkan percaya bahwa Natal itu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen.

Untuk orang-orang yang paham, saya mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman saya apakah pendeta. Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu. Jadi, kita bisa mengucapkan.

Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda.

Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang. Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang.

Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah. Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas.

Nabi Ibrahim tidak bohong. Maksudnya saudaraku seagama. Itu jalan. Jadi kita bisa saja. Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamat Natal itu memahami Natal sesuai kepercatannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.

Jadi syaratnya boleh mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu.

Begitu juga dengan selamat ulang tahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya-foya, itu yang terlarang foya-foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim. Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu-kartu ucapan ini, itu boleh saja, tidak usah dilarang. Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama.

Baca: Kaum Pentol Korek Kafirkan Gur Dur dan Quraish Syihab

Ada orang sangat ketat dan khawatir. Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama. Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah. Kita ucapkan selamat Natal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi. (ARN)

Sumber: Tribun News dan Akun Facebook Teddy Gusnaidi

Iklan

6 Comments on Beda Pandangan Felix Siauw dan Prof Quraish Shihab Terkait Ucapan Selamat Natal

  1. Orang islam Punya keyakinan bahwa kelahiran yesus bukan saat musim dingin 25 desember yang jelas nusim panas pada saat musim kurma berbuah, bagi saya mengucapkan selamat natal tidaklah tepat.

    • Kan sudah dijelaskan oleh prof quraish bahwa kalimat “selamat natal” tadi istilahnya basa-basi semata. Sebagai tanda menghargai kegembiraan umat agama yang merayakan…
      Jadi tidak ada kaitannya dengan pengakuan akidah, tidak ada kaitannya juga dengan keyakinan kita soal kapan sebenarnya hari lahir seseorang dimaksud tersebut.
      Saya memahami artikel di atas begitu. CMIIW 😊

  2. Mending Felix nggak usah banyak omong…. diam aja dulu….dan belajar agama Islam yang benar… sempurnakan agamanya dulu..baru terjun ke masyarakat…. diam (berguru lagi) barang 10_15 tahun dulu.. belajar nya. Saya rasa cukup.

  3. Felix siauw…loe itu keturunan kafir…moyang loe makan babi…darahnya haram sampai anak cucu…

  4. Yang bikin runyam itu kalau ada orang ilmunya belum cukup tapi bersikap seolah-olah ulama besar. Ibaratnya anak SD kelas dua menantang debat seorang profesor matematika tentang integral, kalkulus, statistik, dst. !!! Tentu saja gak imbang, dan gak pantes !!! Mestinya orang ini belajar dulu sampai ilmunya berimbang, baru berdiskusi. Semangat (ghirah) orang-orang ini sangat bagus, tetapi berbekal semangat saja tentu tidak cukup untuk mengajarkan kebenaran. Perlu ilmu yg mumpuni. Sejarah Islam telah mencatat massa-massa kelam umat ini akibat keberadaan khawarij, sekelompok umat Islam yg menurut Imam Ali kw adalah “orang yg mencari kebenaran tapi tidak menemukannya” !!!

  5. Nama Quraish Shihab masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh dan diakui di Dunia. suka dengan penyampaian pendapat beliau karena beliau sangat terkesan netral dan tidak pernah menyudutkan satu pihak ketika beliau menyampaikan pendapat , jadi kalau kita mau membandingkan pendapat carilah yang lebih hebat ilmunya daripada beliau, bukan yg bicara dengan modal percaya diri dengan kata-kata provokatif, #Islamituindah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: