Lobi Zionis: Normalisasi Israel-Saudi Penting Bagi Amerika

JINSA membahas pentingnya hubungan Israel-Saudi sebagai pembawa stabilitas ke Timur Tengah dan melayani kebutuhan geopolitik AS, menurut penelitian

AS Khawatirkan Perbaikan Hubungan Suriah-Negara Arab

Wajar bagi Amerika Serikat untuk khawatir tentang perkembangan hubungan baik dan regional antara negara-negara Arab dan Suriah

Para Pemimpin Arab Ucapkan Selamat atas Kemenangan Biden

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM – Dunia akhirnya menyaksikan siapa yang unggul dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat setelah tiga hari menanti. Pasangan dari kubu Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris meraih suara lebih banyak dibanding pesaingnya dari partai Republik. Presiden Lebanon Michel Aoun mengirim pesan telegram kepada Joe Biden, untuk memberi selamat atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS. BACA JUGA:(Selanjutnya)

Aneksasi Tepi Barat Terjadi karena Pengkhianatan Sejumlah Negara Arab

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Pembantu Khusus Pembicara Parlemen Iran untuk Urusan Internasional mengatakan bahwa dunia Islam akan membebaskan semua wilayah Palestina yang diduduki dan tidak mengizinkan aneksasi Tepi Barat. Hossein Amir-Abdollahian membuat pernyataan tersebut pada hari Jumat, mencatat bahwa aneksasi Tepi Barat bertentangan dengan resolusi dan hukum Internasional dan dilakukan karena pengkhianatan yang dilakukan sejumlah kecil(Selanjutnya)

Komentar Menteri Intelijen Israel Remehkan Negara-Negara Arab

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Intelijen Israel Eli Cohen dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh RT Arabic, mengatakan bahwa Israel yakin bahwa pemulihan hubungan dengan negara-negara Arab akan tumbuh lebih kuat, dan menekankan bahwa hubungan negaranya dengan dunia Arab tidak bergantung pada perdamaian dengan Palestina. “Bahkan ketika prospek perdamaian dengan Palestina tampak lebih suram, pemulihan(Selanjutnya)

Reaksi Dunia atas Pengumuman Kesepakatan Abad Ini Trump, UEA, Mesir dan Saudi Bahagia

Amerika Serikat – Ketika Donald Trump mengungkapkan rencananya yang kontroversial untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina pada hari Selasa (28/01), beberapa negara menentang dan mendukung apa yang disebut “kesepakatan abad ini” tersebut. Sementara Trump telah menggembar-gemborkan itu sebagai “win-win solution” untuk kedua belah pihak,” beberapa pemimpin telah menyebutnya “kesepakatan memalukan,” sementara yang lain mengatakan itu “bisa membuktikan(Selanjutnya)

Sekjen Hizbullah: KTT Warsawa Bertujuan Abaikan Perjuangan Palestina, Isolasi Iran

Arrahmahnews.com, BEIRUT – Sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon mengatakan bahwa konferensi baru-baru ini yang diselenggarakan AS di ibukota Polandia, Warsawa, adalah upaya sia-sia untuk mengabaikan masalah Palestina dan mengisolasi Iran. “Konferensi Warsawa (diadakan pada 13-14 Februari) tidak memberi kami ketakutan sama sekali. Tujuan utamanya adalah untuk mengisolasi Iran, memobilisasi dukungan untuk normalisasi hubungan dengan(Selanjutnya)

Tak Seperti Negara Arab Lain, Kuwait Tak Sudi Kerjasama dengan Israel

WASHINGTON – Meskipun dalam berbagai kebijakan, Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) banyak mencapai kesepakatan, seperti diterimanya kembali pemerintah Suriah ke dunia Arab, beberapa masalah tampaknya tetap tidak terselesaikan karena perbedaan pandangan. Kuwait tidak mengikuti jejak beberapa negara Arab lain yang ingin menormalkan hubungan diplomatik dengan rezim Israel. Baca: Kepala Intelijen Israel dan Negara-negara Arab Gelar Pertemuan(Selanjutnya)

Presiden Mesir Akui Jalin Hubungan Erat dengan Israel

KAIRO – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengakui bahwa pemerintahannya telah menjalin hubungan sangat erat dengan rezim Tel Aviv dan terlibat dalam kerjasama militer dengan Israel di Semenanjung Sinai yang bergolak. Sisi membuat pengakuan langka ini saat wawancara dengan jaringan televisi AS CBS “60 Minutes,” yang disiarkan pada hari Minggu (06/01). Baca: Saudi-Mesir Bujuk Para Pemimpin(Selanjutnya)

Ramalan Assad 7 Tahun yang Lalu Terbukti “Negara-negara Arab Minta Maaf ke Suriah”

DAMASKUS – Tujuh tahun lalu, sekitar 10 bulan setelah pecahnya militansi di Suriah, Presiden Bashar Assad pernah membuat pernyataan serius, yang hari ini terbukti benar. Ia mengatakan dalam sambutannya kepada sekelompok pemuda Suriah bahwa negara-negara Arab yang memusuhi Suriah akan kembali dan meminta maaf. “Segera setelah krisis, kalian akan melihat negara-negara Arab yang sama, yang(Selanjutnya)

%d blogger menyukai ini: