News Ticker

Analis: Korut Miliki Alasan Ragukan Sikap AS

Senin, 12 Maret 2018

SAN FRANSISCO, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memiliki alasan yang sah untuk meragukan maksud sebenarnya dari kemauan Presiden AS Donald Trump untuk melakukan pertemuan. Seorang komentator politik Amerika mencatat bahwa Washington terkenal sering mengingkari banyak janjinya ke negara-negara lain.

Scott Bennett, mantan perwira perang psikologis Angkatan Darat AS, menyampaikan komentar tersebut saat mendiskusikan berita bahwa Trump dan Kim telah sepakat untuk membahas kemungkinan denuklirisasi di Utara.

Pyongyang dan Washington telah lama terlibat dalam kebuntuan mengenai senjata nuklir dan program rudal balistik Korea Utara.

Bennett mengatakan bahwa pandangan Trump tentang Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sebuah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunIA, serta janji terbuka untuk merusaknya adalah alasan mengapa Pyongyang seharusnya tidak boleh dengan mudah mempercayai AS.

“Anda telah mengkhianati dunia, mengkhianati Eropa, mengkhianati Iran dan mengkhianati orang-orang Anda sendiri dengan mengancam untuk merusak JCPOA,” katanya. “Ketika Anda mengakui bahwa negara memiliki sebuah kesepakatan, Anda terikat oleh kesepakatan itu.”

Bennett mengatakan bahwa sikap Trump sehubungan dengan kesepakatan Iran menunjukkan bagaimana kepala negara Amerika Serikat itu akan menusuk Pyongyang dari belakang.

Solusinya, menurut komandan politik tersebut, adalah memperkuat ikatan dengan Rusia atau China, dan membuat lebih sulit bagi AS untuk membatalkan kesepakatan itu di kemudian hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengatakan bahwa serangan terhadap sekutu Rusia adalah serangan terhadap Moskow sendiri dan Rusia akan membalas dengan sebuah respon yang akan menyebabkan “malapetaka bagi umat manusia.” (ARN)

About ArrahmahNews (16699 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: