News Ticker

Pertahanan Udara Yaman Tembak Jatuh Drone Mata-mata Saudi di Hodeidah

Puing Drone Saudi yang tertembak Pertahanan Udara Yaman Tembak Jatuh Drone Mata-mata Saudi di Hodeidah

Arrahmahnews.com, SANA’A – Pertahanan udara dari tentara dan komite populer Yaman, pada hari Minggu (02/06) menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata pasukan koalisi agresi yang dipimpin Saudi di provinsi Hodeidah. Seorang pejabat militer mengatakan hal ini kepada kantor berita Yaman, SABA.

Menurut pejabat itu, pesawat mata-mata koalisi itu ditembak jatuh saat dalam misi pengintaian di atmosfer kota al-Durayhimi.

Di hari yang sama, pasukan militer Yaman dan paejuang sekutu Houthi juga melancarkan serangan pesawat tak berawak ke parade militer pasukan koalisi pimpinan Saudi di Aden.

Baca: Drone Yaman Serang Gudang Senjata Saudi di Najran

Drone Qasef K2 menghantam parade di kamp militer Ras Abbas di kota pelabuhan Mediterania, di mana mantan presiden Yaman yang didukung Saudi, Abd Rabbuh Mansur Hadi berada.

Sumber militer Yaman menggambarkan operasi itu berhasil. Saluran Al-Hadath milik Saudi kemudian mengutip sumber yang mengatakan bahwa pertahanan udara telah menembak jatuh sebuah drone di barat Aden.

“Tidak ada tempat yang aman bagi pasukan agresi di dalam atau di luar Yaman,” ujar juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare’e, di halaman Facebook-nya setelah operasi Aden.

“Musuh seharusnya mendapat pelajaran dari insiden Pangkalan Udara Al Anad, bahwa meremehkan kebijaksanaan dan bakat bangsa Yaman akan membuka gerbang neraka bagi mereka,” kata Sare’e.

Baca: Pasca Serang Gudang Senjata, Drone Yaman Sasar Hanggar Jet Tempur Saudi di Najran

Komentarnya ini merujuk pada serangan pesawat tak berawak di provinsi Lahij pada 10 Januari, yang menewaskan beberapa komandan militer, termasuk wakil kepala staf tentara Hadi, Jenderal Saleh Zindani.

“Batas target melebar hari demi hari,” kata Sare’e.

Bulan lalu, gerakan Houthi mengatakan sekitar 300 target vital di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta di Yaman berada di garis bidiknya.

Peringatan itu muncul setelah tentara Yaman melancarkan serangan drone pembalasan terhadap stasiun pompa minyak utama jauh di dalam Arab Saudi, memaksa raksasa minyak mentah negara bagian Aramco itu untuk sementara waktu menutup saluran pipanya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: