News Ticker

PBB: 100.000 Warga Sipil Mengungsi akibat Agresi Turki ke Timur Laut Suriah

Turki, Kurdi, Suriah Pengungsi

Arrahmahnews.com, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa diperkirakan 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Timur Laut Suriah, dimana Turki terus melakukan serangan terhadap milisi Kurdi meskipun ada kritik internasional terhadap kampanye tersebut dan timbulnya kekhawatiran bahwa hal itu dapat mengakibatkan kebangkitan ISIS.

“Dampak kemanusiaan sudah dirasakan. Diperkirakan 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar ditampung di komunitas tuan rumah tetapi semakin banyak dari mereka yang tiba di tempat penampungan kolektif di Kota Al Hassakah dan Tal Tamer. Banyak yang mencari perlindungan di sekolah,” demikian laporan PBB dalam sebuah pernyataan yang dikutip FNA, Sabtu (12/10).

Sebelumnya, pada Hari Jum’at, para pejabat bantuan memperingatkan ancaman “krisis kemanusiaan lain” di Suriah yang dilanda perang akibat pengungsian besar-besaran perpindahan massal dan munculnya berbagai laporan mengenai serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas air, pembangkit listrik dan ladang minyak.

Baca: WFP: 70.000 Warga Sipil Mengungsi Sejak Agresi Turki Dimulai

Pada hari Jumat, pemerintah yang dipimpin Kurdi mengumumkan kamp-kamp di Mabrouka dan Ain Issa, yang melindungi ribuan orang, “tidak kebal dari bahaya” serangan Turki.

Badan amal medis, Doctors Without Borders (MSF), juga memperingatkan bahwa kampanye militer Turki di Suriah Timur Laut telah menggusur warga sipil dan menyebabkan penutupan beberapa rumah sakit utama di sana.

“Dengan layanan kesehatan yang sudah susah untuk memenuhi kebutuhan populasi, pengungsian dan cedera yang disebabkan oleh pertempuran kemungkinan akan memberikan tekanan tambahan pada sumber daya terbatas yang ada di rumah sakit,” kata Robert Onus, manajer darurat MSF untuk Suriah.

Badan amal itu mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa penembakan telah memaksa sebuah rumah sakit utama yang didukung MSF di kota perbatasan Suriah Tel Abyad untuk tutup karena sebagian besar staf medis meninggalkan daerah itu bersama keluarga mereka.

Baca: SDF Rilis Video Tahanan ISIS Melarikan Diri dari Penjara Setelah Dibom oleh Turki

“Sebagai satu-satunya rumah sakit umum di daerah itu, rumah sakit Tel Abyad sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kota dan daerah sekitarnya,” tambahnya.

Tentara Turki dan militan Suriah yang berafiliasi dengannya memulai serangan terhadap milisi Kurdi pada hari Rabu dengan serangan udara dan artileri besar-besaran, diikuti oleh invasi darat yang dijuluki ‘Operation Peace Spring’. Operasi militer Ankara sejauh ini telah menewaskan ratusan orang dan memaksa puluhan ribu lainnya melarikan diri.

Damaskus telah menegaskan kembali bahwa kehadiran militer Turki dan AS di Suriah adalah ilegal dan setiap pasukan asing di Suriah dianggap sebagai kekuatan pendudukan dan pemerintah Suriah memiliki hak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menghadapinya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: