Sanders: Trump Presiden Paling Berbahaya dalam Sejarah

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Bernie Sanders mencap Donald Trump sebagai “presiden paling berbahaya dalam sejarah” pasca debat Capres yang dikatakan terkacau dalam sejarah Amerika. Ia mengecam panglima tertinggi AS itu atas rekornya di Gedung Putih.

Senator Vermont berusia 79 tahun itu mengecam penanganan presiden terhadap pandemi virus korona, rasisme dan keputusan untuk terus maju dengan menggantikan Ruth Bader Ginsburg sebelum pemilihan November.

Tampil di acara ABC, Jimmy Kimmel Live, setelah debat pertama dari tiga debat presiden yang dijadwalkan di Ohio, Cleveland, Sanders menuduh presiden berusia 74 tahun itu tidak mengikuti nasihat ilmiah selama pandemi dan berbohong kepada rakyat Amerika.

“Saya telah berpikir, dan saya pikir orang-orang melihatnya malam ini, bahwa pada diri Donald Trump, kita memiliki presiden paling berbahaya dalam sejarah negara,” kata Sanders.

Baca: Pakar: Miliarder Zionis dan Saudi Tantangan Besar Sanders Hadapi Pemilu AS

“[Kita memiliki] seseorang yang tidak hanya berbohong sepanjang waktu … tetapi benar-benar tidak percaya pada ilmu pengetahuan; Anda melihatnya malam ini. Terlepas dari apa yang ia katakan tentang betapa indah dan hebatnya yang dilakukan AS – dalam hal pandemi virus corona, kenyataannya adalah kita memiliki tingkat kematian tertinggi dalam hal [kematian] per kapita dari hampir semua negara di Bumi,” tambahnya.

Kematian akibat virus korona AS baru-baru ini mencapai 200.000, tingkat kematian tertinggi di dunia. Sepanjang pandemi, Trump berulang kali mengklaim bahwa AS unggul dalam penanganan virus.

Bulan lalu dia mengulangi, secara salah, bahwa AS melakukan lebih baik daripada kebanyakan negara Eropa.

Baca: Sanders: Kebijakan Pemerintahan Trump 100% Pro-Israel, Pro-Saudi

Sanders juga menyebut Trump adalah presiden yang “rasis” karena kegagalannya untuk menjauhkan diri dari supremasi kulit putih selama debat Selasa malam melawan penantang dari Partai Demokrat Joe Biden.

“Saya tidak senang mengatakan ini,” lanjut Sanders, mencatat, “Tapi Anda memiliki presiden yang sebenarnya rasis. Dan dia telah menggunakan ras untuk waktu yang sangat, sangat lama dalam mencoba memecah belah negara. Amerika”.

Dia menambahkan, “Dia bukan hanya seorang rasis, dia adalah seorang xenophobe, Tuhan tahu jenis serangan buruk yang dia lakukan terhadap komunitas Latin. Dia adalah seorang fanatik agama. Dan inilah yang kita miliki sebagai presiden AS saat ini.” (ARN)

About Arrahmahnews 26697 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.