Arab Saudi

Sana’a Tetapkan Tenggat Waktu, Ancam Para Penjarah Kekayaan Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Komite Ekonomi Tertinggi di pemerintahan Sanaa mengirim surat kepada perusahaan dan entitas yang terkait dengan penjarahan kekayaan kedaulatan Yaman, menuntut mereka untuk menghentikan penjarahan dan menekankan mereka bertanggung jawab penuh jika sampai terjadi ketidakpatuhan.

Kepala Dewan Politik Tertinggi di Yaman, Mahdi Al-Mashat, mengeluarkan arahan pada hari Sabtu untuk mengirim surat resmi terakhir kepada semua perusahaan dan entitas yang terkait dengan penjarahan kekayaan kedaulatan Yaman, agar sepenuhnya menghentikan penjarahan.

BACA JUGA:

Pada gilirannya, Komite Ekonomi Tertinggi pemerintah Sanaa mengirim pemberitahuan kepada semua perusahaan dan entitas tersebut, [menuntut] bahwa mereka harus secara permanen berhenti menjarah kekayaan kedaulatan Yaman, mulai pukul 6 sore hari ini, Minggu (02/10).

Sana’a Tetapkan Tenggat Waktu, Ancam Para Penjarah Kekayaan Yaman

Sana’a Yaman

“Perusahaan dan entitas bertanggung jawab penuh jika terjadi ketidakpatuhan,” kata komite.

“Surat-surat tersebut didasarkan pada teks konstitusi dan hukum Yaman yang berlaku, di samping piagam dan perjanjian Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama Pasal No. 19 dari konstitusi Yaman, yang mewajibkan negara dan semua anggota masyarakat untuk melindungi dan melestarikan kekayaan nasional,” tambah komite.

“Republik Yaman memiliki hak hukum untuk menangani semua penjarahan kekayaan Yaman yang terjadi sebelum 6 Rabi’ Al-Awwal 1444, atau 2 Oktober 2022, dan yang dipantau dengan cermat selama periode terakhir.”

Beberapa hari lalu, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mendesak perusahaan asing yang menjarah kekayaan Yaman untuk menanggapi peringatan pemimpin gerakan Ansar Allah Yaman Sayyid Abdul-Malik Al-Houthi dengan serius.

Pemimpin gerakan Ansar Allah Yaman, Sayyid Abdul-Malik Al-Houthi menyebutkan dalam pidato pada kesempatan peringatan revolusi 21 September bahwa koalisi agresi dan pengkhianat di antara orang-orang Yaman menjarah kekayaan minyak Yaman serta mengendalikan sumber daya dan kekayaan negara.

BACA JUGA:

Pada tanggal 4 Agustus, kantor berita Yaman Saba melaporkan bahwa penjarahan koalisi pimpinan Saudi atas pendapatan minyak mentah dan gas di Yaman, “setara dengan gaji semua pegawai negeri untuk jangka waktu 7 bulan.”

Pada 2 Agustus, Grundberg mengatakan pihak-pihak yang bertikai sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua bulan tambahan per kondisi yang sama dengan tujuan mempertahankan negosiasi dan mencapai gencatan senjata komprehensif sesegera mungkin.

Gencatan senjata yang berlaku di Yaman sejak 2 April lalu, yang juga diperpanjang pada 2 Juni, menetapkan penangguhan serangan militer melalui darat, laut, dan udara di Yaman dan lintas batas, selain memfasilitasi masuknya kapal-kapal pengangkut bahan bakar ke Yaman melalui Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman barat. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: