arrahmahnews

Lavrov di KTT ASEAN: NATO Ingin Kuasai Asia-Pasifik

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM NATO telah berhenti mengklaim esensi pertahanannya dan sekarang berkeinginan untuk memainkan peran utama di kawasan Asia-Pasifik. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hal ini kepada wartawan pada hari Minggu setelah partisipasinya dalam KTT Asia Timur.

“NATO tidak lagi mengatakan bahwa mereka adalah aliansi murni defensif. Mereka adalah aliansi defensif ketika Uni Soviet dan Pakta Warsawa ada. Mereka telah memindahkan garis pertahanan mereka sejak saat itu, ketika tidak ada lagi Pakta Warsawa atau Uni Soviet.

BACA JUGA:

Tidak jelas dari siapa mereka membela diri. Mereka telah memindahkan garis pertahanan ini lebih dekat ke perbatasan kita beberapa kali, dan sekarang mereka mengumumkan pada pertemuan puncak Madrid musim panas ini bahwa mereka memiliki tanggung jawab global dan bahwa keamanan Euro-Atlantik dan Kawasan Indo-Pasifik tidak terpisahkan,” ujar diplomat top tersebut.

Lavrov di KTT ASEAN: NATO Ingin Kuasai Asia-Pasifik

Lavrov

“Artinya, pada kenyataannya, mereka sekarang mengklaim bahwa mereka akan memainkan peran utama di sini (di kawasan Asia-Pasifik-TASS) dan telah mengalihkan apa yang disebut garis pertahanan ke Laut China Selatan,” tambah Lavrov.

Menteri luar negeri Rusia itu kemudian menyoroti kecenderungan untuk memiliterisasi Kawasan itu, dengan mencocokkan upaya sekutu lokal AS, Australia, Selandia Baru dan Jepang, dengan kehadiran NATO yang meluas. Menurutnya, pihak Rusia terus terang menguraikan penilaiannya di KTT Asia Timur, dan pendekatan yang serupa dengan yang dilakukan Rusia juga disuarakan oleh Beijing.

“Namun, sayangnya, ini hampir tidak akan membuat AS dan sekutunya memperhitungkan kepentingan sebagian besar negara yang ada di sini,” lanjut Lavrov, “Tetapi kami akan terus menyampaikan posisi kami. Hal ini dipenuhi dengan pemahaman di dalam ASEAN, meskipun tidak ada juga konsensus di ASEAN tentang bagaimana melanjutkan di bidang keamanan di kawasan ini. Jadi jika tujuannya adalah untuk menabur keraguan di ASEAN dan mencoba untuk melemahkan posisi monolitik mereka, maka Amerika telah mencapai tujuan mereka.”

Diplomat top Rusia itu mencatat posisi sebagian besar negara ASEAN, yang menurutnya fokus membela kepentingan mereka sendiri dan tidak mensubordinasikan tindakan ASEAN pada kepentingan pemain ekstra-regional. “Mitra kami sangat memperkirakan posisi Rusia, posisi China, yang mendukung mempertahankan peran sentral ASEAN,” ungkap Lavrov lebih lanjut. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: